Pengisian daya nirkabel 50W dengan standar Qi kini semakin dekat ke perangkat masa depan dari Google, Apple, dan Xiaomi. Perkembangan ini penting karena industri tengah bergerak menuju satu ekosistem pengisi daya dan aksesori yang bisa dipakai lintas merek.
Di saat yang sama, spesifikasi Qi 50W disebut sudah memasuki tahap lanjutan. Sebagian besar parameter desain perangkat keras utamanya telah ditetapkan, sehingga pembahasan tidak lagi berhenti pada konsep awal.
Xiaomi dorong desain efisien
Xiaomi memegang peran menonjol dalam proses ini dengan mendorong arsitektur pengisian nirkabel yang menggabungkan induktansi kecil, tegangan rendah, dan daya tinggi. Perusahaan menilai pendekatan itu dapat mengurangi kehilangan daya di dalam koil pengisian.
Xiaomi juga meyakini rancangan tersebut lebih mudah diintegrasikan ke perangkat yang lebih tipis. Pada saat yang sama, efisiensi pengisian dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan pengelolaan suhu, keamanan, dan keandalan sistem.
Usulan Xiaomi kepada Wireless Power Consortium disebut diajukan pada akhir 2024. Setelah itu, perusahaan mendemonstrasikan implementasi yang kompatibel pada 25W dan 50W selama 2025.
Uji lintas vendor jadi penentu
Pertemuan penting terkait standar baru ini digelar di kantor pusat Xiaomi di Beijing pada 22 Juni hingga 25 Juni. Agenda Wireless Power Consortium Qi Off-cycle Meeting itu disebut menjadi yang pertama kali berlangsung di Beijing.
Fokus pertemuan mencakup peninjauan draf spesifikasi Qi 50W, evaluasi prototipe, dan pengujian interoperabilitas. Langkah ini menjadi penanda bahwa pengembangan standar tidak hanya mengejar kecepatan pengisian, tetapi juga kecocokan antarperangkat dari berbagai vendor.
Menurut ITHome, lebih dari 20 perusahaan dari rantai pasok pengisian daya nirkabel hadir dalam pertemuan tersebut. Pesertanya mencakup Apple, Google, Huawei, Honor, Oppo, Vivo, Xiaomi, Anker Innovations, NXP, Renesas, Panasonic Automotive Systems, Philips, Dolby Laboratories, Luxshare-ICT, ConvenientPower, Maxic Technology, NuVolta Technologies, Shanghai Amphenol, Southchip Semiconductor, GRL Platform Solutions, dan Wireless Power Consortium.
Sebanyak 20 perusahaan dilaporkan ikut menguji implementasi prototipe selama acara berlangsung. Mereka juga memverifikasi interoperabilitas lintas vendor, sementara lebih dari 90 insinyur riset dan pengembangan mengikuti sesi teknis.
Pengujian semacam ini krusial agar perangkat dari merek berbeda tetap dapat bekerja pada charger dan aksesori bersertifikasi Qi yang sama. Bagi konsumen, manfaat paling nyata nanti adalah pengalaman pengisian yang lebih sederhana tanpa terlalu bergantung pada ekosistem tertutup satu merek.
Posisi Qi 50W dalam peta standar nirkabel
Wireless Power Consortium berdiri pada 2008 dan memperkenalkan standar pengisian daya nirkabel Qi pada 2010. Saat ini, lebih dari 13.000 produk bersertifikasi telah mendukung Qi di seluruh dunia.
Generasi berikutnya berkembang bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Qi2 meluncur pada 2023 dengan magnetic alignment dan pengisian daya nirkabel 15W, lalu menjadi standar internasional IEC pada akhir 2024.
Setelah itu, konsorsium menghadirkan Qi2 25W pada 2025. Qi 50W diposisikan sebagai penerus besar berikutnya dengan target kecepatan yang lebih tinggi dan kompatibilitas yang lebih luas.
Dengan posisi tersebut, Qi 50W bukan sekadar peningkatan angka daya. Standar ini disiapkan untuk menjangkau lebih banyak skenario pemakaian, mulai dari smartphone hingga charger, kendaraan, dan aksesori lain yang mendukung.
Wireless Power Consortium diperkirakan akan merilis standar Qi 50W pada 2028. Sebelum tahap itu tercapai, masih ada pekerjaan tambahan dalam pengujian dan standardisasi.
Jadwal tersebut menunjukkan bahwa dukungan 50W pada ponsel Google, Apple, Xiaomi, dan merek lain belum akan hadir dalam waktu dekat. Namun, keterlibatan para pemain utama sejak tahap draf dan prototipe memperlihatkan bahwa fondasi teknologinya sedang dibangun dengan serius.
Bila proses ini berjalan sesuai rencana, masa depan pengisian nirkabel berpeluang menjadi lebih cepat sekaligus lebih universal. Pengguna nantinya bisa menikmati pengisian daya 50W melalui charger dan aksesori Qi bersertifikasi yang dapat dipakai lintas merek, bukan hanya dalam satu ekosistem perangkat.
Source: www.gadgets360.com






