SR-71 Blackbird pernah membuat radar sebuah F-4B Phantom II menyerah total. Saat jet mata-mata rahasia itu melintas, penunjuk kecepatan target pada radar naik sangat cepat, lalu layar mendadak gelap dan tidak bisa dipulihkan lagi.
Peristiwa itu terjadi dalam misi BARCAP di atas Teluk Tonkin, ketika Angkatan Laut mensyaratkan setidaknya dua jet tempur berada di udara. Bagi Jerry Hart, mantan pilot F-4B Phantom, momen tersebut menjadi kesempatan langka untuk mencoba melacak pesawat yang sangat dirahasiakan itu.
Radar yang tidak sanggup mengikuti Blackbird
Hart mengisahkan pengalamannya dalam wawancara dengan The Aviation Geek Club. Ia menyebut misi BARCAP biasanya membosankan, sehingga kemunculan SR-71 menjadi hal yang langsung menarik perhatian para penerbang.
Menurut Hart, penunjuk Vc di radar naik jauh lebih cepat daripada yang pernah ia lihat sebelumnya. Setelah itu, penanda posisi target mulai bergetar liar, menghantam sisi layar, lalu seluruh tampilan radar berubah hitam total.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Pesawat yang dilacak | SR-71 Blackbird |
| Pesawat pelacak | F-4B Phantom II |
| Hasil pelacakan | Radar gagal dan layar menjadi hitam total |
| Lokasi misi | Di atas Teluk Tonkin |
Terbang terlalu tinggi untuk dilihat
Setelah radar gagal, Hart mencoba mengandalkan penglihatan langsung untuk mencari Blackbird, tetapi upaya itu juga tidak membuahkan hasil. SR-71 terbang terlalu tinggi untuk dilihat dengan mata telanjang.
Kisah tersebut semakin menegaskan reputasi SR-71 sebagai pesawat yang sulit diikuti, bahkan ketika kehadirannya sudah diperkirakan. Seorang mantan pilot pernah mengidentifikasi pesawat pada jarak 56 nautical miles, atau 64,4 miles, sehingga kegagalan melihat SR-71 saat itu menunjukkan betapa ekstremnya ketinggian dan kecepatannya.
Lahir dari ambisi ekstrem Lockheed
SR-71 dikembangkan Lockheed Corporation melalui Skunk Works pada 1960-an. Pesawat ini kemudian dikenal sebagai salah satu jet paling legendaris milik Amerika Serikat berkat kecepatannya yang luar biasa dan deretan rekor kecepatan yang hingga kini belum terpecahkan dalam berbagai kondisi operasi.
Blackbird mampu mencapai Mach 3,3 atau sekitar 2.193,2 mph. Angka itu kira-kira empat kali kecepatan rata-rata pesawat penumpang, sehingga kisah tentang radar yang tidak mampu mengikutinya terasa masuk akal dalam batas kemampuan teknologi saat itu.
Reputasi yang bertahan lama
SR-71 dirancang untuk terbang tinggi dan cepat agar bisa menghindari sistem antipesawat Soviet. Karena itu, sulit menemukan dan mengamatinya bukanlah hal aneh, bahkan ketika pesawat itu sedang dicari secara aktif.
Rekor layanan SR-71 berlanjut hingga operasionalnya bersama NASA berakhir pada 1999. Meski sudah tidak lagi terbang, Blackbird tetap dikenang sebagai pesawat yang membuat radar kewalahan dan meninggalkan cerita langka dari era jet tempur dan pengintaian modern.
