Rahasia Pesawat Perang Dunia I Menembak Lurus ke Depan, Tanpa Merusak Baling-Baling

Author: Redaksi Android62

Pesawat tempur pada Perang Dunia I hanya bisa menembak lurus ke depan jika senjata dan baling-baling bekerja dengan ritme yang sangat tepat. Tanpa pengaturan itu, peluru bisa mengenai baling-baling sendiri dan merusak pesawat yang sedang bertempur.

Solusi yang paling menentukan adalah sistem sinkronisasi, mekanisme yang mengatur waktu tembakan agar keluar di sela-sela putaran baling-baling. Dengan cara ini, pesawat dapat menyerang lawan dari arah depan tanpa harus mengorbankan propeller.

Masalah Besar di Kokpit Awal

Dalam perang udara saat itu, senjata yang paling efektif justru sulit dipasang di posisi yang aman. Senapan mesin di belakang tidak bisa diarahkan ke depan, sementara senjata yang lebih ringan dinilai kurang akurat dan tidak mampu membawa amunisi yang lebih berat.

Upaya lain pernah dicoba dengan memberi pelapis baja pada baling-baling. Cara itu memang bisa mencegah bilah kayu terpotong, tetapi peluru yang mengenai pelat tersebut tetap hilang percuma.

Dari Gagasan ke Mekanisme Nyata

Gagasan sinkronisasi sudah lama dibahas, tetapi Fokker synchronization gear menjadi yang pertama benar-benar dipasang pada Fokker Eindecker milik German Air Service pada akhir 1915. Sistem ini harus diaktifkan secara manual oleh pilot sebelum menembak.

Saat poros baling-baling berputar, sebuah cam wheel ikut bergerak dan terhubung ke senapan. Hubungan itu mengatur jeda tembakan agar peluru tidak mengenai propeller.

Penyempurnaan yang Lebih Andal

Versi serupa kemudian digunakan di Inggris dan Prancis pada 1916, tetapi sistem awal tersebut tidak selalu andal. Keausan bisa membuat senapan berhenti bekerja atau mengganggu ketepatan waktu tembakan.

Jika sinkronisasi meleset, peluru tetap bisa menghantam baling-baling. Karena itu, pengembangan berlanjut hingga muncul Constantinesco Fire Control Gear atau CC Gear.

CC Gear memakai sistem hidraulik. Sebuah cam yang tersinkron dengan bilah baling-baling menggerakkan plunger dan cylinder, lalu menghasilkan gerakan gelombang yang terhubung ke motor pemicu.

Mekanisme itu membuat senjata hanya menembak di antara bilah-bilah propeller. Dari sanalah pesawat tempur akhirnya bisa melepaskan tembakan ke depan dengan jauh lebih aman dan efektif.

Berita Terbaru