Rambut keriting rapat dapat memberi perlindungan paling efektif terhadap radiasi panas matahari dari atas. Temuan ini menunjukkan bentuk rambut tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga berpotensi membantu pengaturan suhu tubuh.
Eksperimen pada 2023 menggunakan beberapa wig rambut manusia yang dipasang pada manekin termal di ruang beriklim terkendali. Hasilnya, seluruh jenis wig membuat kepala manekin menyerap panas lebih sedikit dibandingkan kondisi tanpa rambut.
| Jenis rambut pada wig | Dampak terhadap panas | Catatan |
|---|---|---|
| Rambut lurus | Mengurangi panas yang diserap | Membantu mendinginkan kepala |
| Keriting longgar | Mengurangi panas yang diserap | Membantu mendinginkan kepala |
| Keriting rapat | Mengurangi panas yang diserap | Paling efektif menahan radiasi dari atas |
Studi berjudul Human scalp hair as a thermoregulatory adaptation itu belum menjelaskan seluruh alasan evolusi di balik keragaman bentuk rambut manusia. Namun, hasil pengujian tersebut mendukung dugaan bahwa rambut kepala memiliki peran dalam menghadapi paparan panas.
Keunggulan rambut keriting rapat dalam percobaan itu berkaitan dengan kemampuannya mengurangi radiasi panas yang mencapai kepala. Meski demikian, penelitian tersebut tidak menyatakan bahwa satu jenis rambut lebih baik untuk semua kondisi dibandingkan jenis lainnya.
Bentuk Rambut Bermula di Bawah Kulit
Dasar bentuk setiap helai rambut sebenarnya terbentuk jauh sebelum rambut muncul di permukaan kepala. Penentu utamanya adalah folikel rambut, struktur kompleks di bawah kulit yang menghasilkan serat rambut.
Folikel yang lebih lurus dan simetris cenderung menumbuhkan rambut lurus. Sebaliknya, folikel melengkung dapat mengarahkan helai baru untuk tumbuh dengan lekukan sejak tahap pembentukan.
Penelitian pada 2005 yang mengamati folikel rambut kulit kepala manusia menemukan lekukan pada untaian rambut keriting ketika rambut masih berada di dalam folikel. Pengamatan ini memperlihatkan bahwa pola ikal tidak semata-mata muncul setelah rambut terkena udara, kelembapan, sisir, atau produk perawatan.
Folikel sering dianalogikan sebagai cetakan karena dapat mengarahkan jalur tumbuh rambut. Namun, proses biologis di dalamnya lebih rumit karena melibatkan sel punca, pembuluh darah, kelenjar, dan pembentukan serat secara bertahap.
Ketidakseimbangan Serat Membentuk Lekukan
Temuan terbaru menunjukkan bahwa sel pada satu sisi folikel dapat membelah dan matang secara berbeda dibandingkan sel di sisi lainnya. Perbedaan tersebut membuat komposisi keratin rambut serta bahan pembentuk serat tidak tersebar merata di sekeliling batang rambut.
Susunan yang tidak seimbang menghasilkan untaian asimetris sehingga rambut lebih mudah membelok atau berkelok saat memanjang. Pada rambut lurus, pembentukan serat dan struktur folikel cenderung lebih simetris.
Setelah keluar dari kulit kepala, rambut tidak lagi memiliki sel hidup yang aktif membelah atau matang. Helai tersebut menjadi serat keratin mati, tetapi bentuk dasar yang terbentuk selama berada dalam folikel umumnya tetap bertahan.
Tinjauan literatur pada 2019 menyebut bentuk folikel sebagai faktor utama yang memengaruhi apakah rambut tumbuh lurus, bergelombang, atau ikal. Bentuk folikel juga bersifat genetik, sehingga jenis rambut sering memiliki kemiripan di dalam keluarga.
CNN Indonesia mengutip ScienceAlert bahwa pengaruh genetik tersebut tidak dapat dipakai untuk memetakan jenis rambut secara sederhana berdasarkan ras. Tinjauan 2019 menegaskan setiap populasi memiliki spektrum bentuk rambut yang beragam, dari lurus hingga keriting.
