RAN Hibur Java Jazz Dengan Neida Eks HIVI! Dan NPD, Nostalgia yang Meledak di Panggung

RAN memberi warna paling ramai di Java Jazz Festival 2026 lewat dua kejutan panggung yang langsung memancing reaksi penonton. Grup beranggotakan Rayi, Asta, dan Nino itu mengajak Neida eks HIVI! serta NPD tampil bersama dalam momen yang memadukan nostalgia, tawa, dan energi live yang terasa cair.

Penampilan mereka tidak hanya bertumpu pada lagu-lagu populer, tetapi juga pada interaksi yang membuat suasana panggung terasa dekat. Dari awal, RAN sudah membawa penonton masuk ke arus set yang akrab bagi penggemar lama, lalu perlahan membangun momen yang berubah menjadi salah satu bagian paling menonjol di festival itu.

Rangkaian lagu yang memancing nostalgia

RAN membuka penampilan dengan “Hey Tunggu Dulu” sebelum berlanjut ke sejumlah lagu yang sudah lama melekat di telinga penggemar. Mereka membawakan “Hanya Untukmu”, “Selamat Pagi”, “Jadi Gila”, dan “Sepeda” sebagai bagian dari set yang terasa seperti perjalanan ke fase awal karier mereka.

Pilihan lagu itu membuat penonton ikut larut sejak bagian awal pertunjukan. Atmosfernya tetap hangat karena RAN menjaga alur panggung agar tidak hanya fokus pada daftar lagu, tetapi juga pada kedekatan dengan penonton.

Momen lucu saat Rayi membangun kejutan

Di tengah penampilan, Rayi sempat mencoba membangun ketegangan sebelum memperkenalkan tamu di atas panggung. Ia mengaku bukan tipe yang pandai basa-basi dan memilih langsung melanjutkan ke lagu berikutnya.

Gimik itu justru memunculkan tawa karena momen perkenalan seharusnya terjadi di tengah lagu. Kelupaan Rayi membuat suasana menjadi ringan, lalu ia meminta penonton berpura-pura kaget saat tamu tersebut muncul.

Neida hadir dan membawa reuni yang hangat

Tamu yang dimaksud ternyata adalah Neida, mantan vokalis HIVI!. Kehadirannya langsung disambut hangat ketika ia diajak RAN membawakan “Melawan Dunia” dan kemudian “Tunjukkan Cintamu”.

Nino memberi apresiasi langsung dari atas panggung, sementara Neida membalas sambutan itu dengan ucapan singkat kepada penonton. Chemistry di antara mereka membuat bagian ini terasa menonjol di tengah set RAN yang sudah dipenuhi lagu-lagu populer.

Java Jazz tetap punya arti besar bagi RAN

Di sela penampilan, RAN juga menyinggung hubungan panjang mereka dengan Java Jazz Festival. Nino menyebut bahwa sejak awal terbentuk, panggung Java Jazz sudah menjadi salah satu cita-cita utama grup tersebut.

Ikatan itu memang sudah lama terbangun karena RAN pertama kali tampil di Java Jazz Festival pada 2007. Setahun kemudian, lagu “Nothing Lasts Forever” bahkan sempat digunakan sebagai latar video iklan festival musik tersebut.

Kejutan lain bersama NPD

Setelah membawakan “Nothing Lasts Forever”, “Ku Lakukan Semua Untukmu”, dan “Dekat di Hati”, RAN kembali menghadirkan kejutan. Saat lagu “Pandangan Pertama” dibawakan, mereka mengundang NPD naik ke panggung dan momen itu langsung disambut antusias oleh penonton yang memenuhi area pertunjukan.

Kolaborasi itu berlanjut ke “Sempurnanya Aku”, lagu yang tengah populer di media sosial. Penampilan bersama NPD menutup segmen panggung RAN dengan suasana ramai, ringan, dan penuh interaksi yang menjadi ciri khas mereka di konser festival musik.

Bagi penonton, momen ini bukan sekadar soal lagu yang dibawakan. Pertemuan RAN dengan Neida dan NPD menunjukkan bahwa Java Jazz masih menjadi panggung yang memberi ruang untuk kejutan, nostalgia, dan chemistry antarpemusik.

Source: www.medcom.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer