Rasio Utang Singapura Masuk Tiga Besar Dunia, IMF Sorot Tekanan Fiskal Global Meningkat

Utang pemerintah Singapura mencapai 176 persen dari Produk Domestik Bruto, dan angka itu menempatkannya di posisi ketiga dunia menurut sorotan terbaru IMF. Di atasnya hanya ada Jepang dengan 230 persen dan Sudan dengan 222 persen, sehingga Singapura ikut masuk jajaran negara dengan rasio utang paling tinggi di dunia.

Meski begitu, posisi tersebut tidak otomatis berarti Singapura sedang berada dalam tekanan fiskal yang sama seperti beberapa negara lain dalam daftar. Rasio utang terhadap PDB dipakai untuk membaca seberapa besar beban kewajiban negara dibandingkan dengan ukuran ekonominya, sehingga indikator ini lebih sering dipandang sebagai ukuran keseimbangan fiskal daripada sekadar besarnya nominal utang.

Mengapa rasio utang jadi perhatian

Perbandingan berbasis rasio membantu menunjukkan kemampuan ekonomi dalam menopang utang yang ada. Karena itu, angka total utang tidak selalu memberi gambaran yang utuh tentang kondisi keuangan suatu negara.

Contohnya terlihat pada Amerika Serikat yang memiliki nilai nominal utang terbesar di dunia, yaitu 38 triliun dolar AS. Namun, berdasarkan rasio utang terhadap PDB, Amerika Serikat berada di peringkat ke-11 dengan angka 125 persen.

Singapura dan konteks yang berbeda

Masuknya Singapura ke tiga besar menarik perhatian karena karakter utangnya disebut berbeda dari banyak negara lain. Utang Singapura dijelaskan bersifat domestik dan digunakan untuk sistem investasi, bukan muncul dari tekanan gagal bayar.

Kondisi itu membuat angka utang yang tinggi tidak bisa dibaca secara sederhana sebagai tanda ekonomi yang rapuh. Struktur utang, tujuan penerbitannya, dan konteks fiskal masing-masing negara tetap perlu dilihat bersama sebelum menarik kesimpulan.

Peta 20 besar versi IMF

Selain tiga besar, daftar IMF juga memuat beberapa negara dengan rasio tinggi lain. Venezuela dan Lebanon sama-sama mencatat 164 persen, diikuti Yunani 147 persen, Bahrain 143 persen, Italia 137 persen, Maladewa 132 persen, dan Mozambik 131 persen.

Di bawahnya ada Bhutan 124 persen, Prancis 112 persen, Kanada 109 persen, Spanyol 107 persen, Belgia 105 persen, Inggris 104 persen, Brasil 98 persen, Portugal 96 persen, dan India 83 persen. Susunan ini menunjukkan bahwa negara maju dan negara berkembang sama-sama bisa muncul dalam daftar utang tinggi.

Sorotan kawasan dan risiko global

Di Asia Tenggara, Malaysia memiliki rasio utang yang mendekati 70 persen dari PDB. Australia juga tercatat menunjukkan tren kenaikan rasio utang dalam beberapa tahun terakhir.

IMF mengingatkan bahwa utang global berisiko menyentuh 100 persen dari total PDB dunia pada 2029. Tekanan itu datang dari tingginya belanja negara dan kenaikan suku bunga pinjaman global yang terus membebani stabilitas ekonomi berbagai negara.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait