Update 126 untuk Meta Ray-Ban menandai pergeseran besar pada kacamata pintar ini. Perangkat yang semula lebih dikenal sebagai kamera dan audio kini diarahkan menjadi asisten AI yang peka konteks, dengan Muse Spark AI sebagai fitur paling menonjol.
Perubahan tersebut memperlihatkan arah baru persaingan perangkat wearable, yakni bukan lagi sekadar menambah fungsi, melainkan memperkuat kualitas interaksi dengan kecerdasan buatan. Menurut The Smart Glasses Guy, pembaruan ini juga memperluas peran Meta One sebagai layanan berlangganan yang membuka fitur premium di ekosistem Meta.
AI menjadi pusat pengalaman
Muse Spark AI dirancang untuk memberi jawaban yang lebih relevan dan memahami konteks dengan lebih baik saat kacamata dipakai dalam aktivitas harian. Sistem ini juga disebut membawa pemahaman situasi yang lebih mulus, sehingga interaksi terasa lebih natural.
Kemampuan pengenalan visual ikut diperkuat dalam pembaruan ini. Kacamata dapat membantu mengenali objek secara real time, memberikan informasi langsung, dan mendukung navigasi ketika pengguna sedang bergerak.
Arah ini menunjukkan bahwa masa depan kacamata pintar bisa sangat ditentukan oleh kemampuan memahami lingkungan sekitar. The Smart Glasses Guy menilai Muse Spark AI membuat perangkat ini bergerak lebih dekat ke kategori pendamping AI harian.
Komunikasi makin menjadi fokus
Selain AI, Meta juga memperluas fungsi komunikasi yang tampak semakin penting di perangkat ini. Pengguna kini bisa memakai WhatsApp Voice Chats secara hands-free untuk percakapan grup tanpa perlu memegang ponsel.
Kontrol suara dalam panggilan turut diperluas. Pengguna dapat membisukan atau membuka suara, menyalakan atau mematikan video, serta mengakhiri panggilan lewat perintah suara sederhana.
Meta juga menambahkan Live Location Sharing yang dapat diaktifkan dengan suara. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan lokasi real time hingga 60 menit melalui WhatsApp, Messenger, Instagram, dan pesan teks biasa.
Langganan premium memperkuat ekosistem
Meta One menjadi bagian penting lain dari pembaruan ini. Layanan berlangganan tersebut menawarkan fitur premium di Instagram, Facebook, dan WhatsApp, termasuk kemampuan AI yang lebih canggih, alat komunikasi yang berfokus pada percakapan, serta dukungan pelanggan prioritas.
Langkah ini menunjukkan bahwa nilai kacamata pintar kini tidak berdiri sendiri. Pengalaman penuhnya makin bergantung pada keterhubungan dengan layanan digital dan lapisan langganan tambahan yang menyertainya.
Pola seperti ini memberi petunjuk bahwa industri wearable bergerak ke arah integrasi layanan, bukan hanya perangkat. Fitur inti tetap ada di kacamata, tetapi pengalaman yang lebih lengkap disiapkan melalui ekosistem Meta.
Kamera dan audio tetap dijaga
Meski sorotan utama tertuju pada AI, fungsi media tidak ditinggalkan. Dynamic Photos memungkinkan pengambilan burst shots untuk menangkap momen bergerak, sedangkan Photo Ultra HDR Mode ditujukan untuk hasil warna yang lebih hidup dan kualitas gambar yang lebih baik.
Di sisi audio, tersedia Conversation Focus untuk memperkuat suara yang berada tepat di depan pengguna agar percakapan tetap jelas di lingkungan bising. Ada pula Instagram Instants untuk berbagi foto spontan yang bersifat ephemeral.
Gambar dari Instagram Instants disebut tetap tersimpan di arsip hingga satu tahun, sehingga pengguna masih bisa meninjau atau membagikannya lagi di kemudian hari. Dengan begitu, kamera dan audio tetap menjadi fondasi, tetapi kini masuk dalam pengalaman AI dan komunikasi yang lebih luas.
Masalah praktis ikut dijawab
Salah satu tantangan utama perangkat wearable adalah daya tahan baterai, dan Meta menambahkan Battery Saver Mode untuk membatasi fitur yang paling boros daya. Mode ini ditujukan agar masa pakai bisa melampaui standar delapan jam.
Hibernation Mode juga ditingkatkan agar kacamata masuk ke kondisi tidur yang lebih dalam saat tidak digunakan. Hasilnya, waktu boot menjadi lebih singkat sehingga perangkat lebih cepat siap dipakai kembali.
Bagi pengguna iPhone, tersedia Early Access Wi-Fi Aware yang memudahkan impor media dan pembaruan. Fitur ini menghilangkan kebutuhan akan prompt Wi-Fi yang berulang.
Jangkauan bahasa diperluas
Meta turut memperluas dukungan bahasa agar perangkat lebih mudah dipakai di berbagai pasar. Operasi perangkat penuh kini mendukung bahasa Jepang dan Korea.
Sementara itu, Live Translation mendapat tambahan 14 bahasa baru, termasuk Arabic, Mandarin, dan Russian. Langkah ini memperlihatkan bahwa kacamata pintar tidak hanya diarahkan menjadi lebih cerdas, tetapi juga lebih berguna untuk menjembatani komunikasi lintas bahasa secara langsung.
Source: www.geeky-gadgets.com






