Redmi G Pro 32U 2026 Punya HyperOS 3, Monitor Gaming Xiaomi Rasa Smart TV

Redmi G Pro 32U 2026 langsung menarik perhatian karena Xiaomi membekalinya dengan HyperOS 3, sehingga monitor ini tidak hanya berfungsi sebagai layar gaming biasa. Perangkat berukuran 31,5 inci ini juga bisa menjalankan layanan streaming dan terhubung ke ekosistem rumah pintar Xiaomi, membuat posisinya lebih dekat ke layar pintar daripada monitor konvensional.

Langkah tersebut menunjukkan arah baru Xiaomi dalam meracik perangkat display yang tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga fleksibilitas penggunaan harian. Monitor ini sudah tersedia di Tiongkok dengan harga 3.199 yuan atau sekitar Rp10 juta.

Layar cepat dengan dua mode penggunaan

Xiaomi memberi Redmi G Pro 32U 2026 dua opsi tampilan yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula. Pengguna bisa memilih 4K pada 160Hz untuk ketajaman gambar, atau Full HD pada 320Hz jika membutuhkan respons yang lebih tinggi untuk gim kompetitif.

Pendekatan ini membuat satu perangkat bisa dipakai dalam dua skenario utama tanpa perlu berganti monitor. Saat dibutuhkan visual yang detail, mode 4K menjadi pilihan yang lebih tepat, sedangkan mode 1080p menawarkan kelincahan gerak yang lebih cocok untuk permainan cepat.

Panel QD-Mini LED dengan kontrol cahaya lebih presisi

Di balik tampilannya, monitor ini memakai panel QD-Mini LED dengan 1.152 zona local dimming. Jumlah zona yang besar membantu pengaturan cahaya terlihat lebih rapi, terutama ketika adegan menampilkan area gelap dan terang dalam satu frame.

Xiaomi mengklaim layar ini mampu mencapai kecerahan puncak 1.600 nits dan tetap mempertahankan detail area gelap hingga 0.001 nits. Kombinasi tersebut memberi bekal yang kuat untuk konten HDR dan gim yang membutuhkan kontras tinggi serta detail visual yang kaya.

Warna luas untuk hiburan dan kebutuhan kreatif

Selain cepat dan terang, Redmi G Pro 32U 2026 juga menargetkan pengguna yang membutuhkan akurasi warna. Monitor ini mencakup 98 persen DCI-P3, serta 100 persen Adobe RGB dan sRGB.

Xiaomi menyebut akurasi warnanya berada di Delta E kurang dari satu, sehingga hasil tampilan mendekati sumber asli. Perangkat ini juga mengantongi sertifikasi DisplayHDR 1000 dan mendukung Dolby Vision, yang menambah nilai saat dipakai menonton video atau mengolah visual.

HyperOS 3 memberi fungsi lebih dari sekadar monitor

Kehadiran HyperOS 3 menjadi pembeda paling mencolok pada perangkat ini. Dengan sistem tersebut, monitor dapat mengakses layanan streaming dan fitur rumah pintar Xiaomi tanpa selalu membutuhkan perangkat eksternal.

Media Indonesia melaporkan bahwa HyperOS 3 pada monitor ini ditunjang prosesor quad-core Cortex-A73, RAM 3 GB, dan penyimpanan internal 32 GB. Spesifikasi itu memperlihatkan bahwa Xiaomi menanamkan kemampuan komputasi mandiri agar monitor dapat berdiri sebagai perangkat pintar yang lebih utuh.

Fitur gaming, koneksi, dan kenyamanan penggunaan

Untuk kebutuhan bermain gim, Xiaomi membekali monitor ini dengan AMD FreeSync Premium Pro dan waktu respons 1ms GtG. Ada pula fitur low blue light bersertifikasi TÜV Rheinland yang ditujukan agar pemakaian panjang terasa lebih nyaman di mata.

Pilihan koneksinya juga cukup lengkap untuk kelas monitor premium. Redmi G Pro 32U 2026 menyediakan dua HDMI 2.1, DisplayPort 1.4, serta USB-C dengan dukungan pengisian daya hingga 90W.

Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:

FiturSpesifikasi
Ukuran layar31,5 inci
Resolusi maksimal3840 x 2160 (4K UHD)
Refresh rate4K 160Hz / 1080p 320Hz
Sistem operasiHyperOS 3
Teknologi panelQD-Mini LED, 1.152 zona
KonektivitasHDMI 2.1, DP 1.4, USB-C 90W

Desain premium dan penyesuaian posisi

Secara tampilan, Xiaomi memakai rangka aluminium dan bezel tipis agar monitor terlihat lebih modern di meja kerja maupun ruang bermain. Di bagian bodi, tersedia pencahayaan RGB ambient yang bisa disesuaikan untuk memberi kesan visual yang lebih menarik.

Dudukan monitor juga mendukung pengaturan ketinggian, kemiringan, dan pivot untuk pemakaian vertikal. Selain itu, perangkat ini kompatibel dengan pemasangan dinding standar VESA, sehingga pengguna bisa menempatkannya sesuai kebutuhan ruang dan kebiasaan pakai.

Berita Terkait