Gol Renan pada menit ke-90+10 membuat Persiba Balikpapan gagal membawa pulang kemenangan setelah duel melawan Barito Putera berakhir 3-3 di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Laga pekan ke-25 Liga 2 itu berjalan sampai 115 menit, dengan tambahan waktu babak kedua yang mencapai 14 menit dan menjaga tensi pertandingan tetap tinggi hingga peluit akhir.
Hasil imbang ini memberi warna besar bagi persaingan di Grup B karena kedua tim tetap berada dalam jalur yang ketat di klasemen. Persiba kini mengumpulkan 18 poin dan menempati peringkat ke-9, sementara Barito Putera bertahan di posisi kedua dengan 49 poin, jumlah yang sama dengan PSS Sleman di urutan ketiga.
Pertandingan sejak awal langsung berjalan terbuka. Barito Putera memang tampil di hadapan pendukung sendiri, tetapi Persiba tidak memilih bertahan penuh dan justru ikut bermain agresif untuk menekan lawan.
Enam gol yang tercipta memperlihatkan laga yang sama-sama hidup di lini depan, tetapi juga rapuh di pertahanan. Kedua tim beberapa kali menemukan celah untuk mencetak angka, namun sama seringnya kehilangan fokus saat tekanan meningkat.
Persiba bahkan sempat berada di ambang kemenangan setelah Takumu Nishihara mencetak gol pada menit ke-79. Gol itu membuat tim tamu punya peluang besar untuk menutup laga dengan tiga poin, terlebih pertandingan sudah memasuki fase krusial dan waktu normal hampir habis.
Situasi berubah drastis ketika Barito Putera mendapat celah di penghujung laga. Renan lalu memanfaatkan momen tersebut dan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+10, yang sekaligus membuyarkan keunggulan Persiba dan memaksa skor akhir menjadi 3-3.
Tambahan waktu yang sangat panjang ikut memperbesar drama pertandingan. Intensitas tidak turun meski laga sudah melewati menit ke-90, dan justru di fase itulah gol terakhir lahir serta mengubah arah hasil pertandingan.
Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, menilai timnya sudah menunjukkan perkembangan dari sisi permainan. Ia memberi apresiasi kepada para pemain karena tetap berani mengambil pendekatan terbuka meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Apresiasi setinggi tingginya kepada para pemain. Secara permainan, kami sudah berusaha bermain terbuka,” kata Leonard. Ia juga menyoroti produktivitas timnya yang berhasil mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.
Menurut Leonard, hal itu menjadi catatan positif karena Persiba sebelumnya masih menghadapi masalah dalam efektivitas serangan. “Saya sangat bersyukur karena kami mampu mencetak tiga gol, di mana sebelumnya masalah tim ini adalah tentang produktivitas,” ujarnya.
Meski begitu, Leonard juga mengakui masih ada kelemahan di lini belakang. Ia menyebut beberapa kelengahan dimanfaatkan Barito Putera untuk membangun tekanan, termasuk dalam situasi bola mati yang memang sudah diantisipasi sejak sebelum laga.
“Seperti yang sudah kami analisa, Barito Putera memang kuat di bola mati, baik tendangan pojok maupun tendangan bebas,” ucapnya. Pengakuan itu memperlihatkan bahwa Persiba sudah membaca ancaman lawan, tetapi tetap harus bekerja keras menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Bagi Persiba, satu poin dari Banjarmasin memang belum mengangkat posisi mereka dari papan bawah, tetapi hasil ini menunjukkan kemampuan tim untuk bersaing dan mencetak gol ke gawang tim yang berada di papan atas. Sementara bagi Barito Putera, hasil imbang ini menegaskan betapa ketatnya perebutan posisi teratas Grup B, karena satu momen di menit akhir dapat mengubah hasil yang sudah hampir sama dengan kemenangan.
