Resor Mewah Terkait Keluarga Trump Memicu Gelombang Amarah Baru di Albania

Author: Redaksi Android62

Proyek resor mewah di kawasan pesisir Zvernec kini memicu gelombang kemarahan baru di Albania. Rencana pengembangan yang dikaitkan dengan keluarga Presiden AS Donald Trump itu berubah menjadi pusat protes yang menyorot korupsi, lemahnya tata kelola, dan kebijakan pembangunan yang dinilai terlalu menguntungkan kelompok tertentu.

Di jalanan, para demonstran mengusung seruan “Albania is not for sale” sambil membawa poster yang menyinggung biaya proyek yang diperkirakan mencapai 4 miliar euro atau sekitar $4,6 miliar. Aksi penolakan itu telah berlangsung lebih dari sepekan dan menyebar ke sejumlah kota, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Penolakan meluas melampaui satu proyek

Bagi banyak warga, proyek di Zvernec bukan sekadar pembangunan baru. Resor tepi laut itu dikaitkan dengan Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner, sehingga menjadi simbol dari masalah yang sudah lama mereka hadapi.

Skender Minxhozi, pemimpin redaksi media lokal Java News, menilai kemarahan publik yang menumpuk selama bertahun-tahun akhirnya meledak. Ia menyebut kesulitan hidup yang semakin berat ikut memperbesar frustrasi warga, bersama rasa bahwa peluang masa depan terus menyempit.

Protes ini juga memuat kekecewaan yang lebih luas terhadap elite politik. Para demonstran menyoroti skandal korupsi yang membelit pemerintahan saat ini dan sebelumnya, sehingga isu Zvernec hanya menjadi pemantik dari ketegangan yang lebih dalam.

Tanah, lingkungan, dan aturan yang dipersoalkan

Kekhawatiran warga tidak berhenti pada aspek politik. Besjana Guri, pendiri LSM lingkungan Lumi, mengatakan para demonstran juga menuntut penangguhan amandemen yang membuka jalan bagi “pembangunan masif” di kawasan lindung seperti Zvernec.

Ia menilai aturan itu telah memfasilitasi proyek baru, termasuk Bandara Vlora yang dibangun hanya lima kilometer dari habitat penting burung migran dan dekat dengan lokasi resor yang diusulkan. Para demonstran juga meminta pencabutan undang-undang yang memungkinkan pemerintah mempercepat proyek-proyek tertentu, termasuk pengembangan lain milik Kushner di Pulau Sazan.

Di tengah tekanan itu, jaksa anti-korupsi Albania mengonfirmasi tengah menyelidiki dana yang digunakan untuk membeli tanah di Zvernec. Penyelidikan tersebut menambah bobot pada kecurigaan publik soal transparansi dan pengaruh politik di balik proyek tersebut.

Brussel ikut memberi peringatan

Masalah lingkungan dari proyek ini juga menarik perhatian Uni Eropa. Brussel menyatakan pengembangan tersebut bisa memperlambat langkah Albania menuju keanggotaan Uni Eropa, salah satu agenda utama Perdana Menteri Edi Rama.

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan kekhawatiran telah disampaikan kepada Menteri Lingkungan terkait kemungkinan kekurangan dalam proyek itu. Komisi juga menyebut menteri telah berkomitmen untuk menangguhkan pekerjaan konstruksi dan memastikan penilaian dampak lingkungan penuh dilakukan.

Komisi Eropa turut meminta agar undang-undang yang membuka jalan bagi pengembangan semacam itu dicabut. Brussel menegaskan Albania harus menghindari tindakan yang dapat menghambat pemenuhan tolok ukur penutupan pembicaraan dan meminta otoritas bertindak tanpa penundaan.

Dari kawat berduri ke perang narasi

Gelombang awal penolakan muncul pada akhir Mei dalam aksi kecil dekat kawasan cagar alam itu. Ketegangan naik setelah pekerja memasang kawat berduri untuk membatasi area, lalu video bentrokan dan gambar buldoser di pantai cepat menyebar di media sosial.

Saat aksi meluas ke ibu kota Tirana, kawat berduri dan kendaraan konstruksi sudah tidak ada lagi di lokasi. Namun tuntutan para demonstran justru makin tegas, termasuk pembatalan proyek Zvernec dan pencabutan kebijakan yang memungkinkan percepatan pengembangan tertentu.

Di tengah situasi itu, banjir informasi keliru ikut mewarnai perdebatan. Sebagian unggahan salah menyebut Albania menyerahkan tanah kepada Israel, sementara yang lain menuduh Yunani mengorkestrasi protes untuk merebut investasi keluarga Trump.

Edi Rama merespons dengan menuding para pengunjuk rasa dimanipulasi kepentingan asing dan meremehkan tuntutan mereka. Dalam komentar kepada Politico di sela-sela pertemuan puncak Eropa pada Jumat, ia mengatakan tidak ada yang akan tertarik pada pengembangan itu “kalau bukan Jared”.

Ia juga kian sering mengejek aksi massa. Baru-baru ini, Rama mengunggah video buatan AI yang menampilkan dirinya mengenakan rok imitasi kulit dan atasan jaring, meniru seorang influencer yang menghitung jumlah demonstran.

Dalam sebuah rapat umum pro-pemerintah, Rama bahkan memakai kaus bergambar simbol gerakan protes, yaitu flamingo merah muda. Burung itu diketahui bersarang dekat lokasi hotel yang direncanakan di kawasan pesisir tersebut.

Berita Terbaru