Restu Buyback Rp4 Triliun Menguatkan Langkah Telkom, Bisnis Inti Tetap Aman di Tengah Gejolak Pasar

Telkom menyiapkan buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun dengan ruang pelaksanaan yang cukup leluasa, mulai dari pasar reguler di Bursa Efek Indonesia hingga di luar bursa. Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan, terhitung dari 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027.

Persetujuan tersebut diperoleh dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin, 8 Juni 2026. Dengan restu pemegang saham, Telkom ingin menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis tanpa mengganggu jalannya bisnis utama.

Fleksibilitas pelaksanaan menjadi salah satu poin penting dari kebijakan ini. Telkom bisa menjalankan buyback secara bertahap maupun sekaligus, sehingga perusahaan dapat menyesuaikannya dengan situasi pasar pada saat yang tepat.

Dari sisi pendanaan, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menjelaskan bahwa pembiayaan buyback akan diambil dari modal kerja dan arus kas perseroan yang memadai. Ia menegaskan kemampuan finansial internal Telkom cukup kuat untuk menopang aksi tersebut tanpa menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kesinambungan usaha.

Dian juga menyebut kebutuhan operasional harian perusahaan tetap akan berjalan normal di tengah pembelian kembali saham. Menurutnya, transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan perseroan.

Di saat yang sama, Telkom terus melangkah dalam penataan portofolio usahanya. Perusahaan melepas aset non-inti untuk memperkuat fokus pada sektor digital, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada awal Juni 2026.

Langkah penataan itu berlanjut ke rencana monetisasi infrastruktur melalui pemisahan usaha korporasi. Proses spin-off untuk aset dan lini bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026.

Telkom juga membuka penjajakan kemitraan baru pada bisnis pusat data sebagai bagian dari transformasi yang sedang dijalankan. Manajemen menilai rangkaian langkah tersebut akan memperkuat struktur bisnis sekaligus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Dian menegaskan pembenahan struktur usaha itu menjadi dasar efisiensi jangka panjang. Ia menambahkan bahwa keputusan dalam RUPST mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

Berita Terkait