Denza Z Roadster langsung mencuri perhatian karena membawa target performa yang sangat ekstrem untuk sebuah roadster listrik terbuka. Mobil ini diklaim punya tenaga lebih dari 1.000 hp dan sanggup melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 2 detik.
Angka tersebut membuat Z Roadster masuk ke level performa yang sangat tinggi, sekaligus menandai arah baru Denza di segmen sportscar listrik premium. Sub-brand premium milik BYD itu tampak tidak hanya mengejar tampilan agresif, tetapi juga membawa model produksinya semakin dekat ke arah yang lebih realistis dibanding mobil konsep sebelumnya.
Sasis dan teknologi pendukung performa
Di balik bodinya, Z Roadster akan memakai platform e3 yang juga digunakan Denza Z9GT. Basis ini mengarah pada penggunaan sistem tiga motor listrik serta fitur independent rear-wheel steering.
Paket teknisnya juga mencakup suspensi magnetorheological DiSus-M. Kombinasi ini penting untuk mobil dengan tenaga sebesar itu karena pengendalian bodi dan respons sasis harus tetap presisi, bukan hanya kuat saat akselerasi lurus.
Desain luar masih dramatis, tetapi lebih siap diproduksi
Secara tampilan, Z Roadster tetap mempertahankan karakter rendah dan agresif seperti mobil konsepnya. Bagian depan memakai hidung rendah, lampu utama sipit yang memanjang ke belakang, serta fender belakang berotot yang menegaskan identitas performanya.
Ada sejumlah penyesuaian agar bentuknya lebih masuk akal untuk versi produksi. Front splitter besar dipangkas, lalu diganti elemen berbentuk sayap sewarna bodi yang membentuk saluran udara, sementara ventilasi besar di fender depan dan sayap belakang dihapus.
Di buritan, diffuser dibuat lebih kalem, tetapi karakter roadster performa tinggi tetap terlihat jelas. Denza juga masih mempertahankan ventilasi fungsional di kap mesin, ditambah pelek 20 inci dengan desain Y-spoke yang memperkuat kesan mobil cepat.
Lampu belakang empat elemen berbentuk berlian tetap menjadi ciri yang paling mudah dikenali. Kombinasi proporsi rendah, atap kain terbuka, dan detail bodi yang lebih matang membuat model ini terasa semakin dekat ke tahap produksi.
Kabin dibuat lebih fokus ke pengemudi
Dengan atap kain terbuka, bagian dalam Z Roadster terlihat lebih jelas. Denza mempertahankan dashboard tipis dan konsol tengah bergaya flying buttress yang sebelumnya sudah hadir pada versi coupe.
Setir tiga palang kini tampil lebih konvensional, tetapi nuansa sporty tetap terasa lewat bentuk flat-top dan flat-bottom. Tombol-tombol besar, termasuk tombol Boost, juga masih disiapkan untuk mendukung karakter performa mobil.
Panel instrumen digital tipis tetap berada di depan pengemudi, sementara layar infotainment besar masih dipasang di tengah dashboard. Di sisi penumpang, layar yang ada pada versi coupe diganti panel serat karbon untuk menegaskan fokus pada pengemudi.
Denza juga menambahkan elemen yang lebih fungsional untuk penggunaan nyata. Fitur seperti ventilasi AC yang bisa diatur, wireless charger Qi, port USB, sistem pewangi kabin, dan cup holder sudah disiapkan di dalam kabin.
Masih diuji dan akan hadir dalam beberapa varian
Denza menyebut pengujian di Nürburgring Nordschleife sudah dimulai. Catatan waktunya akan diumumkan kemudian, mengikuti praktik umum untuk menunjukkan kemampuan performa dan kestabilan mobil di sirkuit yang berat.
Model ini juga disebut akan hadir dalam tiga varian. Salah satunya merupakan versi khusus trek yang terinspirasi langsung dari mobil konsep awal, sehingga tiap varian kemungkinan membawa karakter yang berbeda.
Setelah tampil di Auto China 2026, versi produksi Denza Z dijadwalkan menjalani debut dunia di Goodwood Festival of Speed pada Juli mendatang sebelum diluncurkan di pasar China tidak lama setelahnya. Dengan langkah itu, Denza menunjukkan bahwa Z Roadster bukan lagi sekadar mobil konsep yang hanya menarik perhatian di panggung pameran.
Source: otodriver.com






