BMKG memperingatkan potensi banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah pesisir dan dapat mengganggu aktivitas harian warga.
Dampak rob tersebut disebut meluas ke puluhan desa pesisir di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang. Aktivitas transportasi, bongkar muat di pelabuhan, perikanan darat, dan petani garam berpotensi terdampak bila air pasang menguat pada jam-jam tersebut.
Wilayah pesisir diminta lebih waspada
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Doni Prastio, menyampaikan bahwa pantauan rob tetap perlu diperhatikan oleh masyarakat pesisir utara. Peringatan ini penting terutama bagi warga yang beraktivitas sejak pagi hari di kawasan pantai dan pelabuhan.
Selain rob, angin kencang juga menjadi perhatian di wilayah selatan Jawa Tengah. Kecepatan angin diperkirakan bertiup dari timur ke barat dengan kisaran 5 hingga 35 kilometer per jam, dan kondisi lebih kencang dapat dirasakan di beberapa daerah tertentu.
Selatan Jawa Tengah hadapi hembusan yang lebih kuat
Agus Triyono dari BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menegaskan, “Waspadai kecepatan angin di sejumlah daerah seperti Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri yang bisa mencapai 10-35 kilometer per jam.” Peringatan ini relevan bagi aktivitas luar ruang yang sensitif terhadap perubahan arah dan kecepatan angin.
BMKG juga memperkirakan hujan ringan berpotensi turun di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, terutama di wilayah Solo Raya. Purbalingga, Boyolali, dan Karanganyar termasuk daerah yang perlu mencermati peluang hujan pada sore dan awal malam.
Cuaca umum masih cenderung cerah berawan
Secara umum, cuaca Jawa Tengah pada Rabu, 1 Juli 2026, diprakirakan cerah berawan hingga berawan sejak pagi sampai siang. Pada sore dan awal malam, awan tebal mulai berpotensi muncul di beberapa titik bersamaan dengan peluang hujan ringan.
BMKG mencatat suhu udara di Jawa Tengah berada pada kisaran 16 hingga 35 derajat Celcius. Kelembaban udara diperkirakan berada di level 40 hingga 95 persen, sehingga perubahan cuaca dapat terasa cepat di sejumlah wilayah.
Kondisi laut ikut dipantau
Untuk perairan selatan Jawa Tengah dan Karimunjawa, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Angka ini memang turun dibanding sebelumnya yang mencapai 2,5 hingga 4 meter, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan.
BMKG memberi perhatian khusus bagi kapal nelayan, tongkang, dan kapal penumpang yang beroperasi di kawasan itu. Aktivitas pelayaran diminta lebih berhati-hati bila kecepatan angin melampaui 15 knot agar risiko gangguan bisa ditekan.
Ringkasan wilayah dan risikonya
| Wilayah | Potensi Cuaca | Dampak Utama |
|---|---|---|
| Pesisir utara | Rob hingga 1 meter pada 07.00-12.00 WIB | Gangguan transportasi, pelabuhan, dan perikanan |
| Pegunungan dan dataran tinggi | Hujan ringan, terutama di Purbalingga, Boyolali, dan Karanganyar | Perubahan cuaca pada sore hingga malam |
| Selatan Jawa Tengah | Angin 10-35 kilometer per jam di Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri | Risiko bagi aktivitas luar ruang |
| Perairan selatan dan Karimunjawa | Gelombang 1,25-2,5 meter | Kewaspadaan pelayaran tetap diperlukan |
Masyarakat pesisir, pelaku transportasi laut, dan warga di daerah rawan angin disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca. Langkah ini penting untuk mengurangi gangguan aktivitas harian di tengah potensi rob, hujan ringan, dan angin kencang di Jawa Tengah.
Source: mediaindonesia.com






