Robot Gudang Tak Lagi Butuh Baterai, Laser 4 Kilowatt Ini Mampu Menyalakannya 24 Jam

Author: Redaksi Android62

Aquila Earth menargetkan penerapan komersial teknologi ini sekitar 2027, sambil membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan drone besar. Di saat yang sama, perusahaan melihat peluang semakin terbuka karena biaya perangkat laser kelas kilowatt turun drastis dari sekitar $120.000 menjadi sekitar $6.000 dari pemasok China.

Pergeseran biaya itu penting karena gudang modern makin bergantung pada robot berbasis AI untuk inventaris dan pemenuhan pesanan. Namun, baterai masih menjadi salah satu hambatan terbesar, terutama karena robot harus berhenti bekerja untuk mengisi ulang atau menunggu penggantian daya.

Dalam demonstrasi yang menarik perhatian industri otomasi, startup asal Sydney itu memperlihatkan robot gudang yang bisa beroperasi 24 jam nonstop hanya dengan seberkas laser 4 kilowatt. Robot tersebut menempuh sekitar 25 kilometer selama uji coba, sambil hanya memakai baterai cadangan minimal.

Pendekatan yang dipakai Aquila Earth dikenal sebagai power beaming, yaitu penyaluran energi melalui cahaya. Sistem ini mengubah listrik dari jaringan menjadi laser inframerah terfokus, lalu memancarkannya lewat udara ke penerima di robot.

Di robot, cahaya itu dikonversi kembali menjadi listrik untuk menggerakkan mesin. Mekanisme ini membuat robot tidak bergantung pada pengisian baterai seperti sistem konvensional, sehingga waktu henti bisa ditekan.

Meski terdengar futuristis, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Aquila memasang sistem pemutus otomatis yang langsung mematikan beam ketika ada objek tak terduga, termasuk manusia, masuk ke jalur laser.

CEO Ruby Jones menyebut perlindungan itu aman dari sudut pandang operator. Ia juga menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam power beaming adalah menyalurkan energi besar lewat sinar inframerah tanpa membahayakan lingkungan sekitar.

Jones mengatakan kepada Renew Economy bahwa ini adalah daya terbesar yang pernah dikirim ke platform bergerak. Menurut dia, belum ada pihak lain yang melakukannya pada tingkat daya sebesar itu dalam power beaming.

Aquila mengklaim demonstrasi ini menghasilkan dua rekor dunia. Rekor tersebut mencakup total daya laser tertinggi yang ditransfer ke platform bergerak dan durasi berkelanjutan terlama pada tingkat daya tersebut.

Bidang ini sebenarnya sudah lama dikerjakan sejumlah pemain lain. Mitsubishi Heavy Industries dan NTT di Jepang baru-baru ini mentransmisikan 1 kilowatt sejauh satu kilometer, dengan daya terima 152 watt dan efisiensi 15 persen.

PowerLight Technologies juga telah melakukan demonstrasi power beaming selama 15 tahun. Namun, perusahaan itu umumnya bekerja pada tingkat daya yang lebih rendah atau durasi yang lebih singkat dibanding demonstrasi gudang milik Aquila.

Jones membayangkan robot dan drone yang dapat bekerja seperti tersambung ke kabel ekstensi tak terlihat. Dalam skenario itu, perangkat bisa bersifat terus-menerus selama laser tetap menyala, tanpa perlu mendarat atau masuk ke dok pengisian.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru