Robot Humanoid Honor Pecahkan Rekor Half Marathon, Tuntas 50 Menit 26 Detik di Beijing

Robot humanoid dari tim Honor mencuri perhatian di Beijing setelah mencatat waktu 50 menit 26 detik dalam ajang half marathon. Hasil itu membuat robot tersebut memegang rekor dunia baru untuk kategori robot, sekaligus menempatkannya di atas capaian pelari manusia dalam perlombaan yang sama.

Pencapaian itu langsung menyita perhatian karena waktunya bahkan lebih cepat dari rekor dunia putra yang dipegang pelari Uganda, Jacob Kiplimo, yakni 57 menit 20 detik. Di lintasan, robot tidak lagi sekadar menjadi tontonan laboratorium, melainkan benar-benar ikut bersaing di tengah ribuan pelari manusia.

Honor mendominasi podium

Tim Honor tampil sangat kuat dalam perlombaan ini karena tidak hanya meraih kemenangan utama, tetapi juga menguasai tiga posisi teratas. Seluruh robot dari tim tersebut mampu bergerak sendiri dan menorehkan waktu yang melampaui rekor robot sebelumnya.

Dari sekitar 12.000 pelari manusia yang ikut memeriahkan lomba, kompetisi ini tetap berlangsung dengan pengawasan ketat. Sekitar 40 persen robot dalam ajang tersebut menavigasi lintasan yang lebih sulit secara otonom, sementara sisanya dikendalikan dari jarak jauh sepanjang rute sejauh 13 mil.

Kemajuan yang jauh melampaui capaian sebelumnya

Hasil di Beijing terasa menonjol jika dibandingkan dengan performa robot-runners pada tahun lalu. Saat itu, robot masih kerap jatuh, dan perangkat terbaik pun membutuhkan waktu lebih dari dua jam 40 menit untuk mencapai garis finis.

Perbedaan tersebut menunjukkan lompatan besar dalam desain, stabilitas, dan kemampuan bergerak robot humanoid. Meski begitu, capaian di lintasan belum otomatis berarti robot siap digunakan secara luas di dunia kerja.

Teknologi di balik robot pemenang

Du Xiaodi, insinyur Honor dari tim pemenang, menjelaskan bahwa robot tersebut dikembangkan selama satu tahun. Ia menyebut kaki robot dibuat setinggi 90 hingga 95 cm agar menyerupai pelari elite.

Du juga mengungkapkan bahwa sistem pendingin cair pada robot diadaptasi dari teknologi ponsel perusahaan. Menurutnya, sektor humanoid masih berada pada tahap awal, tetapi pengembangan ini bisa memberi dampak lebih luas di masa depan, termasuk untuk industri manufaktur.

Ia menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya tujuan. “Berlari lebih cepat mungkin tidak terlihat berarti pada awalnya,” ujarnya, “tetapi itu memungkinkan transfer teknologi, misalnya pada ketahanan struktur dan pendinginan, lalu akhirnya ke aplikasi industri.”

Daya tarik bagi publik dan generasi muda

Bagi banyak penonton, ajang ini bukan cuma soal siapa yang paling cepat di lintasan. Lomba tersebut juga dipandang sebagai gambaran kemajuan robotika China yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang mahasiswa teknik berusia 23 tahun dari Beijing University of Posts and Telecommunications mengaku terkesan dengan gerakan robot yang ia saksikan. Ia menilai perkembangan kecerdasan buatan masih tergolong singkat, tetapi penampilan di lintasan memperlihatkan kemajuan yang nyata.

Seorang anak berusia 11 tahun juga terdorong untuk semakin serius mempelajari robotika setelah menonton lomba itu. Ia sudah mengikuti kelas teori robotika dan pemrograman di sekolahnya di Beijing, serta terlibat dalam tim untuk Olimpiade Informatika Internasional.

Masih jauh dari penggunaan massal

Meski hasilnya mengesankan, kemampuan robot di half marathon belum bisa langsung disamakan dengan kesiapan untuk industri. Tantangan seperti ketangkasan manual, persepsi terhadap dunia nyata, dan pekerjaan yang lebih kompleks masih menjadi hambatan besar.

China sendiri terus mendorong pengembangan sektor ini lewat subsidi dan proyek infrastruktur untuk perusahaan lokal. Dorongan tersebut juga tampak dalam berbagai acara besar yang menampilkan humanoid, termasuk pertunjukan di Gala Festival Musim Semi CCTV, yang ikut menegaskan ambisi negara itu dalam masa depan manufaktur.

Di Beijing, robot-robot itu sudah membuktikan bahwa kemampuan berlari kini bukan lagi milik manusia semata, meski jalan menuju pemakaian komersial yang luas masih membutuhkan banyak penyempurnaan teknis.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer