Robot Layanan Hingga Peta Lalu Lintas, AI China Makin Dekat Ke Hidup Harian

China sedang mendorong kecerdasan buatan keluar dari panggung demonstrasi dan masuk ke aktivitas harian yang sangat konkret. Di negara itu, AI kini hadir di ruang kelas, fasilitas kesehatan, jalan raya, hingga urusan rumah tangga, sehingga teknologi ini tidak lagi sekadar konsep, melainkan bagian dari layanan yang mulai dipakai langsung.

Perubahan itu terlihat kuat di World Intelligence Expo 2026 di Tianjin. Selama empat hari, lebih dari 700 peserta memamerkan teknologi mutakhir, produk, dan berbagai skenario penerapan AI yang menunjukkan seberapa cepat teknologi ini meresap ke kehidupan nyata.

Dari sekolah ke kebugaran siswa

Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang paling cepat menerima dampak. Di stan iFLYTEK Co., Ltd., papan tulis pintar iFLYTEK AI Board menarik perhatian karena memadukan papan tulis tradisional dengan layar elektronik.

Perangkat itu bisa mengubah persamaan yang ditulis tangan menjadi bentuk digital secara langsung. Bagi siswa, cara ini membantu membuat konsep matematika yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan divisualisasikan.

Penerapan AI di sekolah juga tidak berhenti di ruang teori. Di SMA Xinhua Kedua Tianjin, siswa menjalani gerakan jongkok, melompat, dan mendarat mengikuti instruksi dari pemandu elektronik.

Sistem tersebut langsung mengumumkan jarak lompatan melalui suara dan mengunggah hasilnya secara real time ke perangkat guru. Dari situ, guru bisa melihat analisis segera atas performa fisik dan indikator kebugaran siswa.

Wakil manajer umum pusat pemasaran merek iFLYTEK, Dong Bin, menyebut AI sedang mengubah pendidikan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menilai teknologi ini mengurangi tugas berulang guru dan memberi siswa lebih banyak ruang untuk fokus pada pengembangan diri yang lebih bermakna.

Menurut iFLYTEK, produk dan solusi pendidikan pintarnya sudah digunakan di lebih dari 50.000 sekolah di seluruh China. Jangkauan itu diklaim memberi manfaat kepada lebih dari 130 juta guru dan siswa.

Robot mulai bekerja di ruang publik

Di bagian lain pameran, pengunjung melihat robot menjalankan peran yang biasanya hanya ditemui dalam demonstrasi teknologi. Ada robot yang memasak, memberi pijat, mengisi bahan bakar kendaraan, hingga tampil dalam pertunjukan musik.

Salah satu yang menonjol adalah Robot Polisi Pintar Aimoga. Robot polisi lalu lintas beroda itu dapat menggerakkan lengannya dengan presisi saat mendemonstrasikan pengaturan arus lalu lintas dalam kondisi dunia nyata.

Robot tersebut sudah dioperasikan di sejumlah kota di China, termasuk Hefei, Wuhu, dan Changzhou. Kehadirannya diposisikan sebagai asisten cerdas bagi petugas polisi lalu lintas.

Staf AiMOGA Robotics Technology Co., Ltd., Chen Gaoyuan, menjelaskan bahwa robot itu dilengkapi lidar dan kamera 360 derajat. Perangkat tersebut memungkinkan robot bernavigasi secara otonomos, memahami lingkungan, dan berinteraksi dengan manusia.

Chen mengatakan robot itu dapat membantu pengaturan lalu lintas, patroli jalan raya, dan pencegahan pelanggaran lalu lintas. Robot juga berguna untuk mengambil alih tugas berulang dan berat saat acara besar atau ketika arus liburan sedang padat.

AiMOGA menyebut fokus utamanya adalah mempercepat pergeseran robotika dari demonstrasi teknologi ke penerapan komersial di dunia nyata. Robot humanoid, robot polisi lalu lintas, dan robot layanan medis buatan perusahaan itu telah diekspor ke lebih dari 50 negara dan kawasan.

Penggunaannya sudah menjangkau dealer otomotif, ruang ekshibisi, fasilitas layanan publik, rumah sakit, dan sektor manajemen lalu lintas. Hal ini menunjukkan bahwa pasar AI China tidak hanya bertumbuh di dalam negeri, tetapi juga mulai meluas ke luar negeri.

Masuk ke rumah tangga dan manufaktur

Penerapan yang makin dekat dengan kehidupan sehari-hari juga terlihat di stan PaXini Technology. Perusahaan itu menampilkan robot humanoid dan teknologi sensor sentuh multidimensi yang sudah dipakai di manufaktur presisi, lini produksi otomotif, dan rehabilitasi medis.

Eksekutif senior PaXini Technology (Tianjin) Co., Ltd., Lin Tong, mengatakan robot humanoid seri TORA bisa menyiapkan dan mengantarkan makanan, membuat kopi, membersihkan meja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, serta menjalankan berbagai fungsi layanan lain. Bagi perusahaan, kemampuan ini menjadi bagian dari perluasan fungsi robot ke wilayah yang sangat dekat dengan kebutuhan rumah tangga.

Lin juga menyebut perusahaan telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan internasional terkemuka. Produk dan solusinya kini melayani pasar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia-Pasifik.

Ia menilai industri embodied intelligence di China punya keunggulan dalam kecepatan penerapan, keragaman skenario penggunaan, dan koordinasi rantai pasokan. Menurutnya, China memiliki arena pelatihan dunia nyata yang alami untuk pengembangan kecerdasan berwujud karena didukung skenario manufaktur yang beragam, rantai pasok yang komprehensif, dan lingkungan penerapan robot yang luas.

Dibangun oleh kebijakan dan skala industri

Perkembangan yang cepat itu juga ditopang arah kebijakan yang konsisten. China telah menerbitkan rencana pengembangan AI generasi baru sejak 2017, lalu meluncurkan pedoman untuk mengimplementasikan inisiatif “AI Plus” pada tahun lalu.

Rencana Lima Tahun ke-15 China untuk periode 2026-2030 juga menyerukan penerapan penuh inisiatif tersebut. Tujuannya adalah mendorong pembangunan berbasis AI dan mempercepat inovasi di berbagai sektor.

Menurut Administrasi Data Nasional China, negara itu menjadi pemegang paten AI terbesar di dunia dengan sekitar 60 persen dari total paten AI global. Skala industri inti AI China juga telah melampaui 1,2 triliun yuan.

Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, Chen Jiachang, mengatakan AI sedang mempercepat integrasi mendalam dengan berbagai sektor industri. Ia menilai proses ini meningkatkan kapasitas sektor tradisional sekaligus mendorong terobosan dalam produktivitas dan efisiensi.

Chen juga memperkirakan embodied intelligence, brain-inspired AI, dan antarmuka otak-komputer akan membuka area pertumbuhan serta model bisnis baru. Arah itu membuat AI di China kian dipandang sebagai penggerak penting bagi kehidupan pintar yang lebih luas.

Berita Terkait