Roti Gandum Utuh Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama, Sourdough Lebih Bersahabat Untuk Perut

Bagi orang yang mudah kembung atau ingin menjaga lonjakan gula darah, sourdough sering punya nilai lebih dibanding roti gandum utuh. Fermentasi alami pada sourdough membuatnya cenderung lebih mudah dicerna dan memiliki indeks glikemik lebih rendah.

Keunggulan itu muncul dari proses pembuatannya yang berbeda. Sourdough dibuat dengan ragi liar dan bakteri baik melalui fermentasi yang lebih lama, sedangkan roti gandum utuh berasal dari tepung gandum yang masih membawa seluruh bagian bijinya.

Dari sisi pencernaan, proses fermentasi pada sourdough menjadi pembeda utama. Kathleen Garcia-Benson, RDN, CSSD, CPT, menjelaskan bahwa roti ini bisa lebih cocok untuk orang yang sensitif terhadap roti biasa yang sering memicu kembung.

Dampaknya juga terasa pada gula darah. Penelitian dalam Aging Clinical and Experimental Research menemukan bahwa roti sourdough memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga tidak cepat memicu kenaikan gula darah setelah dikonsumsi.

Fermentasi pada sourdough tidak hanya berkaitan dengan tekstur dan rasa, tetapi juga dengan penyerapan nutrisi. Jillian Kubala, RD, yang dikutip dari Health, menjelaskan bahwa proses ini dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik karena mengurangi zat penghambat seperti fitat.

Meski begitu, roti gandum utuh tetap punya keunggulan yang sulit diabaikan. Kandungan seratnya lebih tinggi dan ini membantu pencernaan sekaligus membuat kenyang bertahan lebih lama.

Garcia-Benson menyebut serat pada roti gandum utuh baik untuk pencernaan. Karena itu, pilihan ini sering menarik bagi orang yang ingin rasa kenyang lebih stabil sepanjang hari.

Selain serat, roti gandum utuh juga membawa manfaat gizi lain. Jenis roti ini mengandung vitamin B, mineral, dan antioksidan yang mendukung asupan harian.

Ada pula kaitan yang lebih luas antara biji-bijian utuh dan kesehatan jangka panjang. Jurnal Nutrients menemukan bahwa asupan biji-bijian utuh, termasuk roti gandum, berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena berbagai jenis kanker.

Namun, keduanya sama-sama memiliki batas yang penting. Sourdough maupun roti gandum utuh tetap mengandung gluten, sehingga tidak cocok untuk orang dengan intoleransi gluten.

Karena itu, pilihan roti yang paling pas sangat bergantung pada kebutuhan tubuh. Sourdough lebih relevan bagi orang yang ingin roti lebih mudah dicerna, ingin membantu kontrol gula darah, atau punya masalah pencernaan tertentu.

Roti gandum utuh lebih cocok untuk mereka yang mengejar serat lebih tinggi dan rasa kenyang lebih lama. Opsi ini juga sering dipilih oleh orang yang ingin fokus pada nutrisi harian dan pola makan yang lebih mengenyangkan.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terkait