Vivo X300 Ultra datang ke Indonesia dengan fokus yang sangat jelas: kamera dan video kelas profesional. Model ini langsung diposisikan untuk kreator konten, fotografer mobile, videografer, dan traveler yang menginginkan hasil visual yang lebih sinematik, bukan sekadar ponsel premium biasa.
Di puncak penawarannya, varian tertinggi dibanderol Rp 29.999.000. Pada level harga itu, Vivo tidak hanya menjual performa tinggi, tetapi juga paket kamera Zeiss, fitur video profesional, serta aksesori tambahan yang membuat perangkat ini terasa lebih dekat ke kamera kompak premium.
Dua varian, satu fokus utama
Di Indonesia, Vivo X300 Ultra mulai dijual pada 12 Mei lewat Vivo Official Store dan mitra resmi. Ponsel ini hadir dalam dua pilihan memori, yakni 16 GB/512 GB seharga Rp 25.999.000 dan 16 GB/1 TB seharga Rp 29.999.000.
Selain ponsel, Vivo juga menawarkan aksesori terpisah berupa Vivo Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra dan Vivo Imaging Grip Kit. Paket aksesori itu dijual seharga Rp 5.999.000.
Selama masa penjualan perdana, konsumen juga mendapat bonus Vivo Care. Fasilitas yang diberikan mencakup screen warranty 12 bulan, extended warranty, layanan antar-jemput servis gratis, dan cashback bank hingga Rp 3 juta.
Kamera jadi sorotan utama
Kolaborasi Vivo dan Zeiss menjadi pondasi utama X300 Ultra lewat sistem Triple Prime Lenses. Konfigurasinya mencakup tiga kamera dengan panjang fokus 14mm, 35mm, dan 85mm, yang masing-masing dibekali sensor besar, OIS, dan optik Zeiss untuk menjaga hasil tetap konsisten di berbagai kondisi pemotretan.
Kamera ultra-wide 14mm menggunakan sensor 50 MP Sony LYTIA berukuran 1/1,28 inci. Kamera ini membawa stabilisasi CIPA 6.0 dan mendukung perekaman video 4K 120 fps.
Untuk kamera utama 35mm, Vivo memakai sensor 200 MP Sony LYTIA-901 berukuran 1/1,12 inci dengan dukungan 12-bit HDR. Vivo menempatkannya sebagai andalan untuk street photography dan portrait berkat detail yang tinggi.
Sementara itu, kamera 85mm APO Telephoto 200 MP dibekali sensor 1/1,4 inci dan gimbal-like OIS dengan stabilisasi CIPA 7.0. Ada juga mode 60 fps AF Tracking Snapshot untuk menjaga fokus otomatis secara real-time, terutama saat memotret subjek bergerak cepat seperti olahraga dan satwa liar.
Menurut Hadie Mandala, Product Manager Vivo Indonesia, kombinasi sensor besar dan field of view yang lebih luas memberi kedalaman visual yang menonjol. Ia menilai karakter itu akan menarik bagi fotografer landscape dan content creator yang menginginkan hasil lebih ekspresif.
Video dibuat lebih serius
Sektor video juga menjadi pembeda penting pada X300 Ultra. Vivo membenamkan Multi-Focal 4K 120 fps High-Spec Video yang memungkinkan perekaman slow motion berkualitas tinggi di seluruh focal length, mulai dari ultra-wide hingga telephoto.
Perangkat ini turut mendukung Dolby Vision Video, 10-bit Log Video, dan LUT untuk color grading profesional. Ada pula All-New Pro Video Mode yang memberi kontrol manual lebih luas, mulai dari eksposur, fokus, tone warna, hingga parameter audio langsung dari perangkat.
Untuk audio, Vivo menyiapkan Quad-Mic Audio Recording Master dengan enam preset suara. Paket ini dirancang agar hasil rekaman terdengar lebih jernih dan lebih terarah untuk kebutuhan produksi konten.
Performa tinggi untuk kerja visual berat
Di sisi dapur pacu, X300 Ultra memakai Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipasangkan dengan Pro Imaging Chip VS1+. Vivo mengklaim chip pendamping itu dapat mempercepat pemrosesan foto hingga 20%.
Agar tetap stabil saat merekam video panjang atau bermain gim berat, Vivo memasang Liquid Cooling Vapor Chamber berukuran besar. Dukungan ini melengkapi kebutuhan perangkat yang memang diarahkan untuk aktivitas intensif.
Baterainya berkapasitas 6.600 mAh dengan dukungan 100W FlashCharge dan 40W Wireless FlashCharge. Untuk tampilan, Vivo menggunakan layar 6,82 inci LTPO 2K 144Hz Zeiss Master Color Display yang mendukung Ultra XDR dan tingkat kecerahan tinggi, dengan target akurasi untuk preview maupun editing konten visual.
Desain, ketahanan, dan ekosistem
Vivo X300 Ultra hadir dalam warna Film Green dan Shutter Black. Desainnya membawa nuansa kamera profesional lewat Classic Split Design, aksen cincin merah, dan tekstur knurled pada modul belakang.
Di sisi ketahanan, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69 untuk perlindungan terhadap air dan debu. Pada bagian software, ponsel ini menjalankan OriginOS 6 yang terintegrasi dengan ekosistem Apple seperti Mac, iPad, dan AirPods.
Fitur lintas perangkat yang dibawa mencakup Quick Share, Office Kit, dan Shake & Share untuk transfer file instan. Vivo juga menjanjikan 5 tahun pembaruan Android dan 7 tahun pembaruan keamanan.
Bagi pengguna yang ingin pengalaman lebih mirip kamera, Vivo menyediakan Zeiss Telephoto Extender Gen 2 Ultra yang menghasilkan focal length setara 400mm atau hingga 17x optical zoom, dengan klaim zoom digital sampai 350x. Ada juga Imaging Grip Kit dengan grip ala kamera dan baterai internal 2.300 mAh untuk penggunaan yang lebih nyaman saat merekam video panjang.
