Wuling membuka langkah agresif di pasar SUV elektrifikasi dengan menghadirkan Eksion sebagai pilihan 7-seater yang langsung dipasarkan dengan harga awal Rp 389 juta. Model ini tersedia dalam dua jalur elektrifikasi, yakni BEV dan PHEV, sehingga memberi opsi yang lebih luas bagi keluarga yang mencari mobil besar dengan karakter penggunaan harian yang praktis.
Kehadiran Eksion sekaligus memperkuat lini SUV elektrifikasi Wuling di Indonesia. Dengan konfigurasi kabin tujuh penumpang dan fokus pada efisiensi, model ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan keluarga yang menginginkan ruang lega tanpa meninggalkan teknologi ramah lingkungan.
Dirakit Lokal untuk Pasar Domestik
Eksion diproduksi secara lokal di kawasan industri Deltamas, Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menegaskan bahwa model tersebut memang disiapkan untuk kebutuhan pasar Indonesia, bukan sekadar melengkapi jajaran produk global Wuling.
Wuling juga menempatkan Eksion sebagai hasil pengalaman mereka di segmen SUV. Sebelumnya, Almaz dan Alvez disebut telah digunakan oleh lebih dari 40 ribu konsumen di Indonesia, sehingga kehadiran model baru ini membawa bekal dari rekam jejak tersebut.
Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian menyampaikan bahwa produk ini dirancang untuk memberi kenyamanan, efisiensi, dan perlindungan bagi keluarga. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran di Jakarta Selatan.
Ukuran Lebih Kompak, Tetap Berkapasitas Besar
Eksion menjadi mobil kedua Wuling yang memakai platform terbaru yang juga digunakan Darion. Meski berbagi basis, model ini hadir lebih kompak dan memiliki ground clearance lebih tinggi agar lebih sesuai untuk pemakaian sehari-hari.
Dimensi Eksion tercatat memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. Ukuran tersebut mendukung kabin besar tanpa membuat mobil terasa berlebihan untuk kebutuhan mobilitas keluarga di perkotaan.
Untuk membedakan versi PHEV dan EV, Wuling memberi sentuhan yang tampak pada bumper depan dan desain pelek alloy. Pembedaan ini membuat tiap varian punya karakter visual yang jelas sejak dari luar.
Kabin Bernuansa Hangat dan Modern
Di bagian interior, Wuling memilih kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black. Perpaduan ini memberi kesan hangat sekaligus modern, dua karakter yang cukup dekat dengan kebutuhan mobil keluarga.
Kelengkapan kabin juga dibuat cukup tinggi agar tidak hanya mengandalkan kapasitas tujuh penumpang. Fitur yang disematkan mencakup pengaturan jok elektrik di baris depan, ventilated seat pada kursi depan, Electric Panoramic Roof, material soft touch pada dasbor, layar utama 12,8 inci, serta MID TFT 8,8 inci di balik kemudi.
Di konsol tengah, Wuling menambahkan wireless charging untuk perangkat seluler. Kehadiran fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa Eksion diposisikan sebagai SUV elektrifikasi yang tetap nyaman dipakai untuk aktivitas harian.
Dua Opsi Elektrifikasi, Dua Karakter Pemakaian
Pada varian PHEV, Eksion memakai mesin hybrid 1.5 L dan baterai 20,5 kWh. Wuling mengklaim kombinasi itu sanggup menempuh jarak lebih dari 1.000 km berdasarkan siklus CLTC saat baterai dan tangki bensin terisi penuh.
Sementara itu, versi EV mengandalkan baterai 69,2 kWh dan motor listrik 150 kW. Varian listrik penuh ini diklaim memiliki torsi 310 Nm dan jarak tempuh hingga 530 km berdasarkan CLTC.
Dua pilihan tersebut memberi pendekatan yang berbeda bagi calon pengguna. PHEV cocok untuk mereka yang masih membutuhkan fleksibilitas mesin bensin dan motor listrik, sedangkan EV ditujukan bagi konsumen yang ingin beralih sepenuhnya ke tenaga listrik.
Harga Pembuka yang Dibuat Menarik
Wuling membuka harga Eksion mulai Rp 389 juta untuk 2 ribu konsumen pertama. Skema ini membuat model tersebut tampil cukup agresif di tengah persaingan SUV ramah lingkungan di Indonesia.
Rincian harga yang diumumkan mencakup Eksion EV CE Rp 389 juta, EV EX Rp 459 juta, PHEV CE Rp 449 juta, dan PHEV EX Rp 499 juta. Rentang harga ini memberi pilihan sesuai kebutuhan fitur dan teknologi yang dicari konsumen.
Peluncuran Eksion juga mendapat sambutan dari pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan apresiasi karena SUV produksi lokal ini dinilai mendukung transisi ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis elektrifikasi.
Dengan rakitan lokal, konfigurasi 7-seater, dua opsi elektrifikasi, dan harga awal Rp 389 juta, Eksion langsung masuk ke jajaran SUV yang layak diperhitungkan keluarga. Kombinasi fungsi, efisiensi, dan teknologi membuat model ini hadir sebagai pilihan baru di pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia.
