Suzuki memberi Eeco penyegaran lewat Star Edition dengan fokus yang sangat jelas: tetap sederhana, tetapi lebih menarik secara visual dan tetap hemat bahan bakar. Varian bensinnya diklaim mampu menempuh 19,1 km per liter, sementara banderol awalnya masih berada di kisaran Rp 105 jutaan.
Paket ini tidak mengubah karakter Eeco secara besar-besaran. Mobil multifungsi yang sudah beredar lebih dari satu dekade sejak meluncur pada Januari 2010 itu tetap diposisikan sebagai kendaraan utilitas yang mengutamakan fungsi harian.
Tambahan aksesori dengan nilai lebih besar
Maruti Suzuki menawarkan Star Edition sebagai paket tambahan dengan biaya 19.999 rupee. Nilai aksesori yang diterima diklaim mencapai 37.000 rupee, sehingga paket ini dipasarkan sebagai opsi yang memberi keuntungan lebih bagi konsumen.
Penyegaran yang dibawa juga bukan tipe ubahan besar. Fokusnya tetap pada tampilan luar dan kabin, bukan pada kemewahan atau fitur hiburan yang berlebihan.
Penyegaran visual yang terbatas namun berbeda
Star Edition hanya tersedia dalam dua warna, yaitu Metallic Glistening Grey dan Metallic Brisk Blue. Pilihan ini lebih sedikit dibanding model reguler yang juga memiliki Bluish Black, Solid White, dan Metallic Silky Silver.
Suzuki juga memberi bumper sewarna bodi pada edisi ini. Pengecatan dilakukan langsung oleh dealer, sehingga tampilannya terlihat lebih rapi dibanding versi standar.
Pabrikan menyematkan total 19 peningkatan kosmetik pada paket ini. Daftarnya mencakup garnish lampu kabut, spoiler belakang, pelindung pintu, mud guard, wheel cover, emblem krom, trim kayu pada dasbor, dan penutup setir.
Tetap sederhana di kabin
Meski mendapat sentuhan baru, kabinnya tetap dibuat sederhana. Star Edition tidak dibekali fitur hiburan, sehingga posisinya masih kuat sebagai mobil fungsional ketimbang mobil bergaya.
Maruti Suzuki hanya menyediakan Star Edition untuk varian AC dengan konfigurasi 5 penumpang. Artinya, edisi ini tidak berlaku untuk seluruh lini Eeco dan hanya menyasar konfigurasi tertentu.
Beberapa fitur penting tetap tersedia untuk menunjang penggunaan harian. Daftarnya meliputi AC, ABS, EBD, child lock, sensor parkir, dan immobilizer.
Mesin bensin dan CNG masih dipertahankan
Di balik kap mesin, Eeco Star Edition masih mengandalkan mesin 1.2 liter empat silinder K12N naturally aspirated. Transmisinya tetap manual 5 percepatan, dengan pilihan bensin dan CNG.
Pada versi bensin, mesin ini menghasilkan tenaga 60,5 kW atau setara 81 hp dan torsi 105,5 Nm. Sementara itu, versi CNG menghasilkan 52,7 kW atau 71 hp dengan torsi 95 Nm.
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu nilai jual utamanya. Varian bensin diklaim mampu mencatat 19,1 km per liter, sedangkan versi CNG disebut sanggup mencapai 26,78 km per kg.
Harga tetap dijaga agar kompetitif
Suzuki memasarkan Eeco Star Edition mulai 573 ribu rupee. Angka itu setara dengan kisaran Rp 105 jutaan, sedikit di atas model standarnya yang disebut berada di sekitar Rp 102 jutaan.
Selisih harga tersebut masih menjaga Eeco di jalur yang sama sebagai kendaraan praktis. Dengan konsumsi BBM yang efisien, tambahan aksesori kosmetik, dan harga yang tetap rendah, model ini tetap menyasar pembeli yang membutuhkan fungsi harian dan nilai guna tinggi.
