Langkah pemerintah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp400 triliun ke bank-bank Himbara menjadi salah satu keputusan ekonomi paling mencolok pekan ini. Kebijakan itu diambil untuk memperkuat likuiditas perbankan di tengah upaya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Di saat yang sama, pasar saham domestik justru bergerak melemah tajam. IHSG terkoreksi 4,55 persen dan ditutup di level 5.896,13, kembali turun dari batas psikologis 6.000 setelah investor asing mencatat aksi jual bersih Rp3,43 triliun.
Tekanan di pasar modal
Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan energi. BMRI turun 7,42 persen, BRMS terkoreksi 24,55 persen, sementara BBCA juga ikut melemah.
Arus keluar investor asing pada pekan terakhir Juni 2026 tercatat jauh lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya Rp904,07 miliar. Kondisi itu ikut menekan kapitalisasi pasar BEI sebesar 4,51 persen, dari Rp10.788 triliun menjadi Rp10.302 triliun.
Likuiditas bank diperkuat
Di sektor perbankan, penempatan dana Rp400 triliun dari SAL diarahkan untuk menjaga kelancaran penyaluran kredit. Pemerintah juga berharap kebijakan itu dapat membuat intermediasi perbankan lebih longgar dan mendorong suku bunga pasar turun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan kredit nasional berada di kisaran 14 hingga 15 persen sepanjang tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga mesin pembiayaan ekonomi tetap bergerak tanpa menambah tekanan pada sistem keuangan.
MBG dipangkas, pengawasan diperketat
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG juga mengalami penyesuaian anggaran setelah BGN dan Kementerian Keuangan menyepakati langkah efisiensi fiskal. Penyesuaian ini ditempuh agar program tetap berjalan tanpa menekan defisit APBN secara berlebihan.
Ruang belanja APBN 2026 yang terbatas membuat pemerintah harus menata ulang prioritas. Untuk mengawal pelaksanaannya, Purbaya membentuk tim khusus yang melibatkan DJPb dan DJKN di berbagai kabupaten dan kota agar penggunaan anggaran lebih efektif serta potensi kebocoran dana bisa ditekan.
Sumber pembiayaan baru dan agenda data ekonomi
Pemerintah juga menyiapkan penerbitan Panda Bond pada akhir Juli 2026 sebagai instrumen pembiayaan baru. Surat utang negara dalam denominasi Yuan atau Renminbi itu dipakai untuk diversifikasi sumber dana.
Purbaya menyebut minat investor dari China terhadap instrumen tersebut dinilai cukup tinggi. Pemerintah berharap dana yang dihimpun dapat lebih optimal dengan biaya penerbitan yang kompetitif, sekaligus memperluas basis investor internasional.
Di sisi lain, BPS memasuki fase penting pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan sensus ini dibutuhkan untuk membaca kondisi riil perekonomian nasional dan daerah, ibarat rekam medis bagi ekonomi Indonesia.
Pengisian data mandiri oleh pelaku usaha akan ditutup pada 30 Juni 2026. Partisipasi usaha mikro hingga perusahaan besar dinilai penting agar data yang terkumpul akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan hilirisasi serta pertumbuhan jangka panjang.
Di luar lima isu utama tersebut, pemerintah memastikan impor solar akan dihentikan mulai tahun ini seiring mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026. PT Pertamina International Shipping juga menyebut Kapal Gamsunoro berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah sempat tertahan akibat konflik di Timur Tengah.
Source: www.viva.co.id






