Sky-Watch memperkenalkan RQ-70 Dainn sebagai sistem pesawat udara tanpa awak jarak jauh yang dirancang untuk mendukung misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan akuisisi target. Platform ini membawa bekal pengalaman operasional empat tahun di medan perang Ukraina melalui RQ-35 Heidrun.
Sistem anyar tersebut menegaskan arah pengembangan drone militer yang kini tidak lagi bertumpu pada platform terbang semata. Sky-Watch menempatkan RQ-70 Dainn sebagai bagian dari arsitektur pertahanan yang lebih luas dan saling terhubung.
Daya tahan lebih lama, jangkauan lebih jauh
RQ-70 Dainn dikembangkan untuk memperluas kemampuan pendahulunya tanpa mengorbankan kecepatan, kesederhanaan, dan keandalan operasional. Sistem ini menawarkan daya tahan terbang hingga delapan jam dan jangkauan misi intelijen, pengawasan, serta pengintaian hingga 100 kilometer di luar garis depan.
Sky-Watch juga membekali platform ini dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau VTOL. Selain itu, arsitektur muatan yang modular memungkinkan sistem disesuaikan dengan kebutuhan berbagai jenis misi.
Dirancang dari umpan balik medan perang
Perusahaan asal Denmark itu menyusun RQ-70 Dainn berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Sky-Watch menilai perubahan dalam peperangan modern bergerak jauh lebih cepat dibandingkan siklus pengembangan sistem pertahanan konvensional.
CEO Sky-Watch, Martin Schousboe, menegaskan platform ini tidak dibangun berdasarkan asumsi. Ia menyebut RQ-70 Dainn lahir dari RQ-35 Heidrun yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan lewat umpan balik berkelanjutan.
“Tantangan saat ini bukan sekadar akses terhadap teknologi, tetapi apakah teknologi tersebut dapat bekerja ketika paling dibutuhkan dan berkembang cukup cepat untuk mengikuti dinamika peperangan modern,” ujar Martin dalam keterangan tertulis.
Terhubung dalam ekosistem digital
Menurut Sky-Watch, kekuatan utama RQ-70 Dainn tidak hanya terletak pada unit UAV-nya. Sistem ini menggabungkan pesawat udara, sensor, perangkat lunak, antarmuka pengguna, serta siklus umpan balik yang terus diperbarui dari pengalaman operasional.
Martin Schousboe menjelaskan bahwa efektivitas sistem ini bergantung pada kemampuannya masuk ke dalam arsitektur digital yang lebih luas. Perangkat lunak di dalamnya menghubungkan sensor, pengambil keputusan, hingga sistem pelaksana operasi hampir secara real-time.
Dalam peperangan modern, kemampuan seperti ini dinilai semakin penting karena keunggulan tidak lagi semata ditentukan oleh kemampuan melihat target. Kecepatan memproses informasi dan menggunakannya untuk mendukung keputusan operasional kini menjadi faktor yang makin menentukan.
Menuju produksi penuh pada 2027
RQ-70 Dainn akan diperkenalkan lebih luas kepada pelanggan dan mitra industri selama Eurosatory 2026 di Paris, Prancis, pada 15-19 Juni 2026. Sky-Watch menargetkan produksi penuh dimulai pada Januari 2027, dengan kapasitas yang akan ditingkatkan bertahap sesuai permintaan pasar dan pelaksanaan program.
Demonstrasi operasional bagi calon pengguna dijadwalkan tersedia mulai Juli 2026 melalui reservasi yang dilakukan selama pameran berlangsung. Dengan pengalaman dari konflik nyata di Ukraina, Sky-Watch menempatkan RQ-70 Dainn sebagai solusi UAV generasi baru untuk menjawab kebutuhan misi intelijen yang semakin kompleks dan menuntut respons cepat.
Source: www.medcom.id






