Nvidia menyiapkan serangan baru di pasar laptop premium lewat platform RTX Spark, dengan harga awal yang langsung menempatkannya di hadapan MacBook Pro. Berdasarkan analisis Morgan Stanley, perangkat dengan chip N1 diperkirakan mulai dari Rp28 jutaan, sedangkan varian N1x diproyeksikan mulai dari Rp46 jutaan.
Posisi harga itu membuat RTX Spark masuk ke kelas yang selama ini didominasi laptop kreator dan workstation premium. Nvidia juga tidak hanya mengincar satu atau dua model, tetapi membangun ekosistem yang melibatkan Microsoft Surface, Dell, Asus, HP, dan Lenovo.
Fokus ke kreator dan pekerja berat
RTX Spark tidak dirancang untuk pasar umum semata. Nvidia membidik profesional dan kreator konten yang membutuhkan tenaga komputasi besar, tetapi tetap menginginkan perangkat yang mudah dibawa.
Karakter itu terlihat dari pilihan layar pada perangkat awal yang sudah diperlihatkan. Banyak model mengusung panel OLED, mini LED, hingga tandem OLED untuk mendukung pekerjaan desain, pengeditan video, dan pengolahan data berat.
Tandem OLED menjadi salah satu daya tarik utama karena menawarkan kecerahan dan kontras yang lebih baik dibanding layar konvensional. Di segmen inilah RTX Spark mencoba merebut perhatian pengguna yang selama ini menganggap layar MacBook Pro sebagai tolok ukur.
Dua level harga untuk dua kelas pengguna
Model entry level dengan chip N1 diperkirakan hadir di kisaran harga global US$1.799. Varian ini disebut cocok untuk pengguna yang mencari keseimbangan antara performa dan mobilitas.
Di atasnya, model N1x diperkirakan dijual mulai US$2.899 atau sekitar Rp46 jutaan. Posisi harga itu membuat perangkat berbasis N1x masuk ke kelas paling mahal di pasar laptop tipis dan bertenaga tinggi.
Perkiraan tersebut juga mengarah pada konfigurasi dasar yang tinggi. Varian awal disebut menggunakan RAM 16 GB atau 32 GB, serta SSD 512 GB hingga 1 TB.
Deretan perangkat yang sudah diperlihatkan
Sejumlah produsen telah memamerkan laptop berbasis RTX Spark pada ajang Computex 2026. Microsoft membawa Surface Laptop Ultra 15 inci dengan layar sentuh mini LED, sementara Asus menampilkan ProArt P16 dan P14 untuk kebutuhan kreatif.
Dell ikut hadir lewat XPS 16 Creator Edition yang dibekali superchip RTX Spark dan layar tandem OLED. HP juga memperkenalkan OmniBook X 14 dan OmniBook Ultra 16 yang diklaim sebagai laptop RTX Spark tertipis yang diumumkan sejauh ini.
MSI menghadirkan Prestige N16 Flip AI+ sebagai perangkat 2-in-1 dengan layar UHD+ tandem OLED. Lenovo turut menyiapkan Yoga Pro 9n sebagai andalan baru untuk kalangan profesional kreatif.
Ekspansi model belum berhenti
Meski baru delapan model utama yang diperkenalkan, Nvidia menyebut langkah ini masih awal. Perusahaan itu menargetkan ketersediaan hingga 30 model laptop dan 10 model desktop saat peluncuran resmi pada musim gugur mendatang.
Nvidia juga membuka ruang bagi merek lain seperti Acer dan Gigabyte untuk menyusul ke dalam ekosistem ini. Jika target itu tercapai, RTX Spark berpeluang menjadi salah satu platform komputasi premium dengan jangkauan paling luas di pasar.
Bagi konsumen, kehadiran RTX Spark menawarkan lebih banyak pilihan di kelas laptop premium yang mengutamakan performa, layar berkualitas tinggi, dan desain modern. Dengan harga mulai Rp28 jutaan, Nvidia jelas ingin masuk lebih dalam ke wilayah yang selama ini identik dengan MacBook Pro.







