Ruang belajar di Universitas Gadjah Mada kini punya wajah baru setelah BNI mengubah fasilitas di Perpustakaan dan Arsip UGM menjadi co-working space yang lebih modern. Kehadiran ruang ini diarahkan untuk memberi tempat yang lebih fleksibel bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan ide.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan ruang di kampus ikut bergeser seiring perkembangan teknologi. Area belajar tidak lagi cukup hanya menawarkan suasana tenang untuk membaca, tetapi juga harus mendukung interaksi, kolaborasi, dan aktivitas yang lebih dinamis.
Fasilitas baru untuk pola belajar yang berubah
BNI menjalankan program ini melalui inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan BNI Berbagi. Peresmian fasilitas dilakukan pada Selasa (13/5/2026) dan dihadiri Rektor UGM Prof. Ova Emilia, Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho, serta jajaran sivitas akademika.
Bagi BNI, kerja sama dengan perguruan tinggi tidak dipandang sebatas hubungan formal. Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menegaskan bahwa kemitraan dengan institusi pendidikan adalah bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan dengan semangat melayani sepenuh hati.
BNI juga menilai perguruan tinggi memerlukan ruang yang mampu mengikuti perubahan pola belajar mahasiswa. Karena itu, co-working space di UGM diposisikan sebagai fasilitas yang lebih kolaboratif dan relevan dengan aktivitas akademik saat ini.
Ruang yang mendorong interaksi aktif
Di sisi UGM, kehadiran co-working space modern dinilai menjawab kebutuhan baru di lingkungan kampus. Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyebut ruang kolaborasi seperti ini tidak lagi identik dengan suasana yang sunyi, melainkan menjadi tempat interaksi dan proses pembelajaran yang aktif.
Ova juga menilai fasilitas tersebut bisa memperkuat kualitas layanan perpustakaan. Selain itu, ruang baru ini diharapkan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, modern, dan mendukung interaksi antarmahasiswa maupun dosen.
Tempat lahirnya ide dan inovasi
Keberadaan co-working space ini tidak hanya ditujukan untuk kenyamanan belajar. BNI memandang ruang tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, mengasah kreativitas, dan melahirkan ide-ide baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dukungan seperti ini dianggap penting karena dunia pendidikan terus bergerak mengikuti kemajuan teknologi. Ruang kerja bersama kini menjadi bagian dari ekosistem kampus yang lebih adaptif terhadap cara belajar dan bekerja generasi muda.
BNI juga mengapresiasi kepercayaan UGM yang telah menjadikan perseroan sebagai mitra layanan perbankan kampus. Melalui layanan perbankan terintegrasi, BNI terus menghadirkan solusi keuangan yang mendukung kebutuhan sivitas akademika.
Kolaborasi berkelanjutan antara BNI dan perguruan tinggi diposisikan sebagai langkah untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Di saat yang sama, inisiatif ini juga menegaskan peran generasi muda dalam pembangunan ekonomi nasional.
