Ruben Onsu mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, untuk berkonsultasi soal persoalan yang berkaitan dengan anak-anaknya. Dalam pertemuan itu, ia menyerahkan sejumlah bukti yang disebut memuat dugaan upaya pengondisian terhadap Thalia dan Thania Onsu.
Bukti yang dibawa Ruben mencakup video yang menurutnya memperlihatkan dugaan doktrinasi agar kedua putrinya tidak mau berkumpul dengan sang ayah. Ia menilai langkah itu membuat dirinya semakin sulit bertemu dengan anak-anak setelah perceraian.
Fokus Konsultasi Ada pada Hak Anak
Ruben menegaskan bahwa persoalan yang dibawa ke KPAI bukan semata konflik dengan mantan istrinya, Sarwendah. Ia menempatkan isu perlindungan anak sebagai inti dari konsultasi yang dilakukan bersama kuasa hukumnya, Minola Sebayang.
“Pokoknya poin-poinnya lebih ke masalah anak, termasuk itu (eksploitasi) juga,” ujar Ruben di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Menurut Ruben, pihak KPAI merespons serius materi yang disampaikan. Ia menyebut lembaga tersebut kaget dan miris setelah melihat kondisi yang ia tunjukkan melalui video dan bukti lain.
“Dan semua sudah sampaikan kepada KPAI, yang membuat pihak KPAI kaget sekaligus miris melihat kondisi ini,” kata Ruben.
Minola Sebayang Soroti Kepentingan Terbaik bagi Anak
Minola Sebayang menjelaskan bahwa kehadiran mereka di KPAI merupakan bagian dari upaya Ruben sebagai ayah untuk memperjuangkan hak anak-anaknya. Ia menekankan bahwa kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi perhatian utama dalam penyelesaian persoalan ini.
Menurut Minola, pihaknya juga menyampaikan dugaan pelanggaran terhadap hak anak dan berharap ada arahan agar proses penyelesaian dapat berjalan lebih cepat. Ia menegaskan anak tidak boleh dijadikan objek dalam konflik orang tua.
“Yang disampaikan Ruben tadi adalah semua hal-hal yang berkaitan dengan masalah anak, apa yang jadi hak anak dan apa yang menjadi dugaan pelanggaran terhadap hak anak,” kata Minola.
Ia menambahkan bahwa anak harus dijauhkan dari eksploitasi dan gangguan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka. Karena itu, Minola meminta agar tidak ada pihak yang memanfaatkan anak dalam pertikaian keluarga.
“Paling diutamakan adalah semua demi kepentingan anak jangan sampai anak dijadikan objek, dieksploitasi dan jangan sampai anak tidak memiliki tumbuh kembang yang baik,” ujarnya.
Dugaan Pengondisian Anak Jadi Alasan Utama
Salah satu sorotan utama dalam konsultasi itu adalah dugaan pengondisian anak agar tidak dekat dengan ayahnya. Dugaan tersebut menjadi alasan Ruben membawa persoalan ini ke lembaga yang menangani perlindungan anak.
Kasus ini menunjukkan bahwa konflik orang tua dapat memberi dampak langsung pada kondisi psikologis anak jika tidak ditangani dengan hati-hati. Karena itu, perhatian pada hak anak menjadi titik utama dari langkah yang ditempuh Ruben dan kuasa hukumnya.
Source: www.beritasatu.com






