Rumah prefab asal China kini menjadi sorotan karena bisa tiba dalam bentuk modul, lalu berdiri hanya dalam waktu sekitar satu hari setelah sampai di lokasi. Pengalaman itu dialami pasangan kreator YouTube Grateful Off-Grid di Amerika Serikat yang memesan rumah lewat Alibaba.
Hunian yang mereka terima bukan bangunan utuh, melainkan paket modul dari Heshi Integrated Housing Co., perusahaan China yang fokus pada rumah prefabrikasi. Setelah dikirim lewat laut hampir sebulan, rumah tersebut dirakit dengan bantuan derek dan langsung selesai dalam waktu singkat.
Harga awal terlihat terjangkau, tetapi biaya akhir melonjak
Rumah yang dipesan memiliki luas sekitar 71,5 meter persegi dan sudah dilengkapi kamar tidur, dapur, kamar mandi terpisah, serta jendela. Harga unitnya tercatat 15.800 dollar AS, tetapi angka itu belum mencakup ongkos kirim, tarif impor, pajak, dan biaya lain.
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Produsen | Heshi Integrated Housing Co. |
| Platform pemesanan | Alibaba |
| Luas rumah | 71,5 meter persegi |
| Waktu produksi | Sekitar 30 hari |
| Waktu perakitan | Sekitar 1 hari |
| Harga unit | 15.800 dollar AS |
| Total biaya akhir | 28.689 dollar AS |
Setelah seluruh komponen biaya dihitung, total pengeluaran pasangan itu membengkak menjadi 28.689 dollar AS. Selisih tersebut menunjukkan bahwa rumah prefab yang tampak murah di awal tetap memerlukan kalkulasi cermat sebelum dibeli.
Kecepatan produksi menjadi daya tarik utama
Keunggulan rumah prefab terletak pada proses pembuatannya yang banyak dilakukan di pabrik sebelum dikirim ke lokasi tujuan. Karena komponen sudah disiapkan lebih dulu, tahap perakitan di lapangan menjadi jauh lebih singkat dibanding rumah konvensional.
Menurut tekno.kompas.com, produsen China kini menawarkan beragam model hunian, mulai dari tiny house, rumah kontainer lipat, kabin futuristis berbentuk kapsul luar angkasa, hingga vila modular. Sebagian besar model itu diklaim cukup kokoh untuk dipakai sebagai hunian hingga 50 tahun.
Minat pasar terhadap hunian semacam ini juga terlihat dari data pencarian internet. ShelfTrend mencatat kata kunci “Tiny House” meraih lebih dari 450.000 pencarian per bulan di AS, sedangkan “modular homes” menembus lebih dari 201.000 pencarian dan “prefab homes” melampaui 165.000 pencarian setiap bulan.
Dipakai untuk hunian hingga proyek wisata
Serena He, pendiri Luban Cabin di Linyi, Provinsi Shandong, menyebut permintaan terhadap rumah modular buatannya terus meningkat. Produknya digunakan untuk glamping di Australia dan Selandia Baru, wisata gurun di Timur Tengah, proyek resor di Asia Tenggara, hingga homestay di sejumlah negara Eropa.
He juga menjelaskan bahwa satu unit rumah modular bisa dipasang dalam satu hingga dua hari. Untuk proyek yang lebih besar, seperti kawasan glamping, pengerjaan bisa selesai sekitar empat pekan, sehingga rumah prefab China makin dipandang sebagai pilihan cepat untuk hunian maupun usaha wisata.
Source: tekno.kompas.com






