Rumah Sakit Jiwa Kembali ke Panggung, Teater Koma Hadirkan Tafsir Baru yang Lebih Menggigit

Teater Koma akan kembali mementaskan Rumah Sakit Jiwa pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pementasan ini digelar bersama Bakti Budaya Djarum Foundation dan menjadi penampilan ulang lakon yang terakhir hadir 35 tahun lalu.

Kembalinya lakon ini langsung menarik perhatian karena cerita yang diusung masih terasa dekat dengan persoalan sosial hari ini. Kisahnya berpusat pada Rogusta, dokter muda yang mencoba membangun hubungan lebih hangat dan empatik dengan para pasien di rumah sakit jiwa.

Konflik lama yang tetap relevan

Di dalam cerita, Rogusta bekerja di bawah pimpinan Profesor Sidarita dan membawa pendekatan baru yang meyakini empati dapat mempercepat pemulihan pasien. Gagasan itu perlahan mengubah suasana rumah sakit, tetapi juga memunculkan gesekan dengan tatanan lama yang sudah mapan.

Konflik kemudian bergerak melampaui soal medis. Perlawanan terhadap perubahan membuat cerita ini ikut menyinggung pertanyaan yang lebih luas tentang relasi kuasa, kepentingan, dan dinamika sosial yang tidak mudah bergeser.

Teater Koma juga mendorong penonton membaca lakon ini sebagai cermin kehidupan yang lebih luas. Pertanyaan apakah dunia yang dijalani sekarang perlahan menyerupai rumah sakit jiwa menjadi salah satu lapis refleksi yang membuat pementasan ini tetap kuat dibicarakan.

Pendekatan lama, pembacaan yang tetap diperbarui

Sutradara Rangga Riantiarno menyebut lakon ini sejak awal tidak hanya berbicara tentang rumah sakit sebagai latar. Menurut dia, karya tersebut mengupas dinamika manusia dan berbagai persoalan sosial yang masih terasa relevan hingga kini.

Karena itu, proses garapnya tetap mempertahankan pendekatan serupa seperti 35 tahun lalu. Para pemain tidak hanya membaca naskah dan berlatih di ruang latihan, tetapi juga melakukan observasi langsung ke rumah sakit jiwa.

Rangga menegaskan dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026, bahwa para pemain juga berdiskusi dengan psikolog klinis dan psikiater. Langkah itu dilakukan agar karakter dapat dipahami secara utuh, bukan sekadar dimainkan dari permukaan ceritanya saja.

InformasiDetail
Judul lakonRumah Sakit Jiwa
Pementasan pertama1991
Jadwal pentas30 Juli hingga 2 Agustus 2026
LokasiGraha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki
Waktu pertunjukanPukul 19.30 WIB; Sabtu 1 Agustus juga 13.30 WIB; Minggu 2 Agustus 13.30 WIB

Visual baru untuk mempertegas karakter

Perhatian besar juga diarahkan pada tampilan visual para tokoh. Samuel Wattimena bersama Rima Ananda menyiapkan kostum yang bukan hanya menunjukkan profesi karakter, tetapi juga memperkuat kepribadian, kondisi psikologis, dan perkembangan mereka sepanjang cerita.

Samuel mengatakan penyusunan konsep kostum menjadi tahap yang cukup menantang karena memerlukan diskusi intensif dengan sutradara. Setiap elemen busana harus mendukung alur cerita sekaligus menegaskan pesan yang ingin disampaikan di atas panggung.

Meski bertolak dari naskah yang sama, konsep visual pementasan kali ini akan tampil berbeda dari pertunjukan sebelumnya. Tim produksi berupaya menghadirkan interpretasi baru yang disesuaikan dengan konteks masyarakat saat ini tanpa meninggalkan akar cerita yang membuat Rumah Sakit Jiwa tetap menjadi salah satu karya penting Teater Koma.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terkait