Rumah tua yang hendak disewakan perlu diperlakukan seperti aset yang benar-benar harus siap huni. Jika dibiarkan apa adanya, bangunan justru lebih mudah menimbulkan masalah, lebih sulit menarik penyewa, dan bisa memberi kesan kurang aman sejak awal.
Karena itu, pemilik tidak cukup hanya membuka pintu dan menunggu peminat datang. Rumah perlu dibersihkan, diperbaiki, dan ditata ulang agar tampak layak ditempati serta tidak memunculkan keraguan bagi calon penghuni.
Rapikan tampilan agar kesan pertama lebih meyakinkan
Salah satu langkah yang paling cepat terlihat hasilnya adalah mengecat ulang bagian rumah yang sudah kusam. Warna yang lebih segar dapat mengubah kesan bangunan tua menjadi lebih menarik dan tidak terlalu menyeramkan.
Tampilan luar juga perlu ikut diperhatikan. Halaman yang rapi, tanaman hias yang tertata, dan interior yang lebih enak dipandang bisa membantu rumah terasa lebih hidup saat pertama kali dilihat.
Bersihkan sampai ke bagian yang sering terlewat
Rumah tua biasanya menyimpan noda membandel, terutama jika sudah lebih dari 30 tahun. Karena itu, pembersihan menyeluruh menjadi bagian penting sebelum rumah ditawarkan ke penyewa.
Langkah ini bukan hanya soal kerapian, tetapi juga soal kenyamanan visual. Jika diperlukan, jasa bersih-bersih rumah dapat membantu agar hasilnya lebih maksimal dan rumah terlihat jauh lebih layak huni.
Perhatikan keamanan bagian atas bangunan
Atap menjadi titik yang tidak boleh diabaikan karena rumah harus benar-benar mampu melindungi penghuni dari hujan. Pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan saat musim hujan karena kebocoran biasanya lebih cepat terlihat.
Selain atap, rangka penyangganya juga perlu dicek dengan teliti. Kayu atau bambu yang sudah lama dipakai bisa keropos dan pada kondisi tertentu berisiko runtuh.
Cek dinding dan tiang sebelum rumah benar-benar disewakan
Setelah bagian atas aman, perhatian beralih ke dinding dan tiang yang menopang kekuatan bangunan. Seiring waktu, dinding bisa miring karena pergerakan tanah atau karena kualitas konstruksi awal yang kurang baik.
Jika bagian ini sampai rusak parah, dampaknya bukan sekadar membuat rumah tidak nyaman ditempati. Penyewa juga bisa terluka, dan pemilik dapat menghadapi tuntutan ganti rugi.
Jangan abaikan kesan aman di mata calon penyewa
Bagi sebagian orang, rumah tua tidak hanya dinilai dari kondisi fisik yang terlihat. Ada juga faktor yang tidak tampak langsung, termasuk rasa aman yang muncul sejak awal saat melihat rumah.
Rumah tua yang kurang terawat kerap dikaitkan dengan cerita menyeramkan, apalagi karena masih ada masyarakat yang memercayai fenomena gaib. Karena itu, pemilik perlu memastikan hunian tidak menimbulkan ketakutan atau kesan negatif yang membuat calon penyewa mundur.
Perabot lama sebaiknya dipilah dengan hati-hati
Perabot tua memang tidak selalu buruk. Lemari, meja, atau kursi lawas masih bisa bertahan lama jika bahannya memang kuat dan dipilih dengan baik.
Meski begitu, isi rumah yang terlalu jadul bisa membuat calon penyewa ragu. Dalam banyak kasus, rumah tua justru lebih aman disewakan kosong daripada dipenuhi perabot yang terlihat menyeramkan atau tidak sesuai dengan zaman.
Sesuaikan harga dengan kondisi rumah
Rumah tua jarang bisa dipasang dengan tarif setinggi rumah baru. Walau ukurannya besar, minat terhadap bangunan tua biasanya lebih kecil, terutama jika kondisinya belum prima.
Karena itu, harga sewa yang lebih realistis akan lebih masuk akal. Semakin buruk kondisi rumah, biasanya semakin rendah pula tawaran yang muncul, sehingga harga yang lebih miring bisa membantu rumah lebih cepat terisi.
Source: www.idntimes.com






