OnePlus Terancam Tinggalkan Pasar Barat, Realme Justru Disebut Keluar dari Cina

Rumor restrukturisasi di lingkungan BBK Electronics membuka kemungkinan perubahan besar bagi OnePlus dan Realme. OnePlus disebut dapat mulai menarik diri dari Amerika Serikat serta Eropa, sementara Realme dikabarkan meninggalkan pasar domestiknya di Cina.

Jika rencana itu berjalan, dampaknya tidak hanya menyentuh strategi korporasi, tetapi juga konsumen di pasar yang selama ini menjadi tujuan ekspansi kedua merek. Namun, hingga kini OPPO dan OnePlus belum menyampaikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.

Tekanan Bisnis Menjadi Latar Belakang

Penurunan pengapalan OnePlus menjadi salah satu konteks penting di balik rumor ini. TheNextWeb melaporkan pengapalan global OnePlus sepanjang 2025 turun lebih dari 20%, dari sekitar 17 juta unit menjadi sekitar 13 juta hingga 14 juta unit.

Performa gabungan OPPO dan OnePlus juga belum mengikuti pertumbuhan pasar ponsel dunia. Data TechInsights menunjukkan pengapalan keduanya pada kuartal II/2025 turun 2% secara tahunan, ketika pasar ponsel global tumbuh 4%.

PeriodeData PengapalanKonteks
Sepanjang 2025OnePlus turun dari sekitar 17 juta menjadi 13-14 juta unitPenurunan global lebih dari 20%
Kuartal II/2025Pengapalan gabungan OPPO dan OnePlus turun 2%Pasar ponsel global tumbuh 4%

Ekspansi internasional disebut belum cukup untuk menutup tekanan dari menurunnya pangsa pasar domestik di Cina. Kondisi tersebut ikut menggerus keuntungan dari pasar luar negeri di tengah persaingan yang semakin ketat.

Lini kelas menengah seperti Nord 5 disebut menghadapi tantangan biaya yang lebih berat. Strategi menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga rendah makin sulit dipertahankan saat harga komponen memori meningkat.

Harga komponen LPDDR dilaporkan melonjak hingga 250% karena produsen mengalihkan kapasitas produksi ke cip pusat data AI. Kenaikan ini membuat produsen ponsel kelas menengah menghadapi ruang margin yang lebih sempit.

OnePlus Disebut Fokus Kembali ke Cina

GSMArena, yang mengutip jurnalis Bloomberg Mark Gurman, melaporkan OnePlus dapat menarik diri dari Amerika Serikat dan Eropa paling lambat pekan ini. Langkah tersebut disebut sebagai tahap awal restrukturisasi yang cakupannya lebih luas.

Dalam skenario jangka panjang, BBK Electronics dirumorkan menyiapkan penghentian operasional OnePlus di hampir seluruh pasar internasional. Merek itu disebut akan mengalihkan fokus utama kembali ke Cina apabila rencana tersebut dijalankan.

Pada 2027, OnePlus diperkirakan tidak lagi beroperasi di pasar luar Cina, termasuk India. Kemungkinan ini menjadi perhatian karena OnePlus baru meluncurkan seri N6 di India dan telah memberi sinyal mengenai model berikutnya.

India merupakan salah satu pasar ponsel pintar terbesar dengan persaingan yang intensif. Karena itu, potensi keluarnya OnePlus akan menandai perubahan besar dalam pendekatan bisnis merek tersebut di luar Cina.

Realme Mengarah ke Strategi Berlawanan

Di tengah kabar OnePlus yang akan kembali berfokus pada Cina, Realme justru disebut menempuh arah berbeda. Merek yang berada dalam naungan korporasi sama dengan OPPO itu dikabarkan akan menarik diri dari pasar Cina.

Potensi langkah Realme disebut menjadi bagian dari pertukaran fokus pasar dalam struktur korporasi yang sama. Belum ada penjelasan mengenai wilayah mana yang akan diprioritaskan Realme setelah kemungkinan penarikan tersebut.

Informasi mengenai restrukturisasi ini disebut berasal dari dua sumber terpisah yang memiliki rekam jejak akurat. Meski demikian, masa depan OnePlus, OPPO, dan Realme di pasar global masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.

Berita Terkait