Rumput Bukan Menu Utama Kucing, Ini Fungsi Sebenarnya Saat Tubuhnya Tak Nyaman

Saat kucing mendekati rumput lalu memakannya, perilaku itu sering disalahartikan sebagai tanda mereka ingin makan sayur. Padahal, kebiasaan tersebut lebih dekat dengan respons tubuh dan naluri alami kucing sebagai hewan karnivora obligat.

Kucing tidak dirancang untuk menjadikan tumbuhan sebagai sumber utama makanan. Tubuhnya bergantung pada nutrisi dari hewan, bukan pada buah, sayuran, atau bahan bertepung sebagai penopang energi utama.

Tubuh kucing memang mengarah ke daging

Secara biologis, karnivora adalah hewan yang makanan alaminya sebagian besar berasal dari hewan lain. Pada kelompok ini, sistem pencernaan bekerja efisien untuk memproses protein dan lemak dari jaringan hewan.

Kucing termasuk hiperkarnivora, dengan kebutuhan daging sekitar 70 persen atau lebih. Itu sebabnya kucing tidak dirancang untuk mengandalkan makanan nabati sebagai sumber utama asupan hariannya.

Struktur tubuhnya juga mendukung pola makan berbasis daging. Gigi taring kucing panjang dan runcing untuk mencengkeram, sedangkan geraham depannya tajam untuk memotong dan mencabik.

Rahang kucing bergerak seperti engsel, sehingga cocok untuk menggigit dan merobek. Gerakan ini berbeda dari hewan pemakan tumbuhan yang menggerakkan rahangnya ke samping untuk menggerus serat.

Saluran pencernaan kucing pun lebih pendek dibanding hewan pemakan tumbuhan. Karena daging lebih mudah dicerna, tubuh kucing tidak membutuhkan usus panjang untuk mengambil nutrisi dari bahan berserat.

Lalu kenapa kucing tetap makan rumput?

Kebiasaan ini cukup umum dan tidak selalu berarti kucing menyukai sayuran. Banyak kucing memakan rumput saat merasa sakit atau mual, lalu rumput itu keluar lagi dalam bentuk muntahan atau feses karena tidak bisa dicerna seperti pada sapi atau kuda.

Ada beberapa penjelasan yang sering dikaitkan dengan perilaku itu. Salah satunya, rumput dapat membantu meredakan sembelit ringan karena seratnya bisa membantu pergerakan usus besar.

Penjelasan lain menyebut rumput mungkin membantu mengurangi parasit usus pada beberapa spesies hewan liar, termasuk kucing. Ada juga dugaan bahwa rumput dipakai untuk membantu mengeluarkan bahan yang tidak bisa dicerna dari perut, seperti bulu dan tulang kecil dari mangsa.

Sebagian penjelasan lain juga mengarah pada kemungkinan rumput membantu menutupi kekurangan vitamin atau mineral tingkat rendah. Namun, peran itu tetap dianggap tambahan dan bukan kebutuhan utama kucing.

Tetap boleh, tetapi perlu diawasi

Kucing boleh saja makan rumput selama jumlahnya tidak berlebihan. Rumput yang diberikan juga harus bebas dari pestisida atau herbisida agar tidak membahayakan.

Jika terlalu banyak, rumput bisa tersangkut di rongga hidung dan memicu bersin berlebihan. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan jenis tanaman yang ada di sekitar kucing.

Kewaspadaan ini penting terutama untuk tanaman hias di rumah. Beberapa tanaman populer seperti Kalanchoe dan lili beracun bagi kucing dan dapat menimbulkan reaksi ringan hingga parah.

Jika kucing terlanjur menelan tanaman beracun, hewan itu perlu segera dibawa ke dokter hewan. Kebiasaan makan rumput pada akhirnya lebih tepat dipahami sebagai perilaku alami yang masih memerlukan pengawasan dari pemiliknya.

Source: www.idntimes.com

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait