Rupiah Tembus Rp18.020, DPR, BI, Dan Istana Bergerak Serentak Jaga Stabilitas

Author: Redaksi Android62

Rupiah yang sempat menyentuh Rp18.020 per dolar AS langsung memicu respons berlapis dari pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR. Tekanan di pasar membuat perhatian terhadap stabilitas nilai tukar menguat, sementara pemerintah menegaskan kondisi itu sedang dipantau dari dekat oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di tengah gejolak tersebut, Istana menyatakan komunikasi antarlembaga ekonomi tetap berjalan intens. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan rapat dan pertemuan dengan otoritas fiskal maupun moneter terus dilakukan untuk membaca situasi dan merespons tekanan yang muncul di pasar.

Prasetyo juga menepis kesan bahwa pemerintah diam menghadapi pelemahan rupiah. Menurut dia, kondisi mata uang nasional menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan ekonomi yang lebih luas.

Ia menilai pelemahan rupiah tidak bisa dilihat sebagai persoalan tunggal. Kekuatan mata uang, kata dia, ikut dipengaruhi faktor fundamental seperti kemandirian ekonomi dan tingkat ketergantungan pada impor.

Pandangan itu membuat pembahasan rupiah bergeser dari sekadar urusan pergerakan kurs harian. Pemerintah menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai bagian dari penguatan struktur ekonomi domestik, bukan hanya soal intervensi di pasar valuta asing.

Koordinasi di lingkar kebijakan

Respons terhadap tekanan rupiah juga terlihat dari semakin rapatnya koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter. Pemerintah mendorong kerja sama yang lebih kuat agar kebijakan yang ditempuh bisa saling mendukung saat pasar bergerak tidak stabil.

Prasetyo menekankan bahwa hubungan antarotoritas ekonomi perlu tetap terjaga. Dengan tekanan pasar yang masih berlangsung, respons yang selaras dinilai penting agar langkah fiskal dan moneter tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di saat yang sama, DPR ikut masuk dalam pembahasan. Lembaga legislatif itu mengumpulkan jajaran otoritas keuangan untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi terkini dan membaca risiko yang muncul dari pelemahan nilai tukar.

Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut agenda itu sebagai bentuk koordinasi kebijakan untuk menjaga arah ekonomi tetap stabil.

Tekanan pasar ikut melebar

Di pasar keuangan, rupiah masih berada di bawah tekanan dan sempat menyentuh level Rp18.020 per dolar AS hingga perdagangan hari ini. Pergerakan itu ikut memengaruhi sentimen pelaku pasar yang kini menunggu arah kebijakan berikutnya.

Dampaknya juga terlihat di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan turun 1,7 persen ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, menandakan tekanan rupiah tidak berdiri sendiri.

Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap stabilitas ekonomi nasional semakin besar. Saat nilai tukar melemah dan pasar modal ikut tertekan, pembahasan di lingkar kebijakan menjadi lebih mendesak.

Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara Istana, otoritas fiskal, Bank Indonesia, dan DPR, pemerintah berupaya menjaga ruang kebijakan tetap seimbang. Fokus utamanya kini adalah meredam gejolak kurs agar tidak merambat lebih jauh ke pasar dan aktivitas ekonomi domestik.

Berita Terbaru