Rusa justru menjadi hewan paling mematikan di Amerika jika ukuran bahayanya dilihat dari jumlah korban jiwa. A-Z Animals mencatat sekitar 120 hingga 200 orang meninggal setiap tahun akibat keterlibatan rusa, dan kebanyakan kasus itu terjadi di jalan raya.
Angka tersebut mengejutkan karena rusa tidak identik dengan hewan buas yang menyerang manusia secara langsung. Bahaya utamanya muncul saat hewan ini menyeberang mendadak dan membuat pengemudi kehilangan kendali, sehingga kecelakaan menjadi jauh lebih fatal daripada yang sering dibayangkan.
Bahaya yang datang dari jalan raya
Dalam banyak kasus, korban tidak terbunuh karena benturan langsung dengan rusa. Justru reaksi panik pengemudi saat berusaha menghindari hewan itu sering memicu mobil oleng, masuk jalur lain, atau mengalami kecelakaan yang lebih parah.
Risiko seperti ini meningkat ketika jalan melintasi wilayah yang berdekatan dengan habitat rusa. Dalam kondisi seperti itu, pertemuan antara kendaraan dan satwa liar sulit dihindari sepenuhnya, apalagi saat rusa muncul tanpa peringatan di jalur kendaraan.
Saat musim kawin, risiko ikut naik
Ancaman tabrakan dengan rusa juga lebih besar pada musim kawin. Pada periode tersebut, rusa jantan menjadi lebih aktif bergerak untuk mencari pasangan, sehingga peluang mereka masuk ke area jalan ikut meningkat.
Pergerakan yang lebih intens itu membuat lalu lintas di sejumlah wilayah menjadi lebih rawan. Bagi pengemudi, situasi ini berarti kewaspadaan harus tetap tinggi meski rusa kerap terlihat tenang dan tidak mencolok di alam liar.
Predator besar belum tentu paling mematikan
Di sisi lain, hewan yang selama ini lebih sering dianggap berbahaya seperti cougar tetap masuk daftar satwa berisiko. Cougar atau puma memiliki gigitan dan cakaran kuat, serta termasuk kucing terbesar kedua di Amerika Utara.
Tubuhnya bisa mencapai berat sekitar 90 kg dengan panjang hingga 2,7 meter. Meski serangannya terhadap manusia tercatat dari waktu ke waktu, angka kasusnya tidak menandingi besarnya korban jiwa yang terkait rusa di jalan raya.
Hiu juga masih menimbulkan ancaman di perairan Amerika, tetapi jumlah korbannya jauh lebih kecil. A-Z Animals menyebut serangan hiu kerap terjadi karena hewan itu salah mengira manusia sebagai anjing laut, dan rata-rata sekitar satu orang dilaporkan dibunuh hiu setiap dua tahun di lepas pantai Amerika.
Ancaman dari laut dan pantai tetap ada
Serangan hiu lebih sering dilaporkan di Florida, California, Hawaii, Texas, serta Carolina Utara dan Selatan. Selain hiu, Portuguese man o’ war juga menjadi ancaman yang sering disalahpahami karena kerap dikira ubur-ubur akibat bentuknya yang mirip organisme laut transparan.
Padahal, hewan ini tersusun dari kumpulan zooids yang bekerja bersama dan memiliki tentakel penyengat yang sangat kuat. Sengatannya dapat membunuh ikan dan dalam kondisi tertentu juga bisa membunuh manusia, terutama bila memicu kelumpuhan yang berujung pada korban tenggelam.
Ikan pari dan ular laut pun masuk kelompok hewan yang tidak boleh diremehkan. Ikan pari memiliki ekor berduri dengan penyengat di pangkalnya, sedangkan ular laut memiliki racun yang menurut Two Fish Divers cukup untuk membunuh hingga 10 manusia dewasa.
Satwa yang tampak lambat pun masih berbahaya
Di daratan, Gila monster menunjukkan bahwa hewan yang bergerak lambat tetap bisa berisiko. Kadal berbisa ini banyak ditemukan di barat daya Amerika Serikat dan menyuntikkan racun ke aliran darah melalui gigitan.
Animal Vivid menyebut gigitan Gila monster dapat memicu kelemahan, tekanan darah rendah, rasa sakit hebat, pusing, muntah, dan pembengkakan. Meski begitu, hewan ini biasanya masih memberi kesempatan bagi manusia untuk menjauh jika ditemukan di alam liar.
Daftar satwa berbahaya di Amerika memperlihatkan bahwa ancaman paling besar tidak selalu datang dari hewan yang tampak ganas. Dalam banyak kasus, rusa justru menjadi contoh paling jelas bahwa hewan yang terlihat biasa bisa menjadi paling mematikan ketika bertemu kendaraan di jalan.
Source: www.idntimes.com






