Saat Iklan Muncul Sendiri di Android, Begini Cara Menelusuri Sumbernya Tanpa Ganti Ponsel

Author: Redaksi Android62

Masalah iklan yang tiba-tiba muncul di HP Android sering kali tidak selesai hanya dengan menunggu. Jika pop-up terus datang, halaman browser dialihkan sendiri, atau iklan menumpuk di atas aplikasi lain, ada kemungkinan pengaturan perangkat memang perlu dibenahi.

Kondisi seperti ini tidak otomatis berarti ponsel harus diganti. Dalam banyak kasus, sumber gangguan bisa ditelusuri dari browser, izin aplikasi, hingga kemungkinan adware yang aktif diam-diam di latar belakang.

Periksa dulu sumber dari browser

Salah satu pintu masuk iklan yang paling sering adalah browser, terutama Google Chrome. Beberapa situs bisa memicu pop-up dan pengalihan otomatis yang membuat tampilan ponsel terasa sangat mengganggu.

Untuk menguranginya, pengguna bisa membuka pengaturan Chrome lalu masuk ke menu “Setelan Situs”. Dari sana, fitur “Pop-up dan pengalihan” serta “Iklan mengganggu” dapat dinonaktifkan agar browser memblokir sebagian besar iklan yang muncul mendadak.

Pembersihan cache dan cookie juga tidak kalah penting. Data sisa dari aktivitas browsing bisa tetap tersimpan dan ikut memicu munculnya iklan yang tidak diinginkan.

Batasi izin yang membuat iklan tampil di layar

Jika iklan muncul saat sedang membuka aplikasi lain, penyebabnya bisa terkait izin overlay. Di Android, izin ini dikenal sebagai opsi “Tampilkan di atas aplikasi lain” dan memang punya fungsi tertentu.

Masalah muncul ketika aplikasi pihak ketiga memanfaatkan izin itu untuk menampilkan iklan secara agresif. Karena itu, pengguna bisa masuk ke Pengaturan, pilih “Aplikasi”, lalu cari “Izin khusus” untuk memeriksa aplikasi mana saja yang mendapat akses tersebut.

Bila ada aplikasi yang terasa mencurigakan atau tidak terlalu penting, izin itu sebaiknya dimatikan. Petunjuk awal biasanya bisa dilihat dari nama aplikasi yang sempat muncul ketika iklan tampil di layar.

Waspadai adware yang menempel di perangkat

Jika gangguan tetap muncul meski browser sudah dibersihkan dan izin aplikasi sudah dibatasi, ada kemungkinan perangkat terpapar adware. Perangkat lunak jenis ini memang dirancang untuk menampilkan iklan secara intens dan berulang.

Pemindaian dengan antivirus terpercaya menjadi salah satu langkah yang disarankan. Di sisi lain, Google Play Protect juga perlu diaktifkan agar aplikasi berbahaya bisa terdeteksi lebih awal.

Pemeriksaan keamanan sebaiknya tidak dilakukan sekali saja. Pemindaian rutin membantu menjaga ponsel tetap aman dan menekan risiko iklan tiba-tiba muncul lagi di kemudian hari.

Jangan lupakan iklan bawaan dari sistem

Tidak semua iklan di Android berasal dari browser atau aplikasi berbahaya. Pada beberapa merek, iklan juga bisa muncul dari aplikasi bawaan sistem seperti galeri atau pemutar musik karena antarmuka khusus yang dipakai vendor.

Pada perangkat Samsung, iklan dapat dikurangi dengan mematikan personalisasi di pengaturan akun. Sementara pada Xiaomi, pengguna perlu menonaktifkan layanan iklan serta rekomendasi yang dipersonalisasi melalui menu privasi.

Langkah ini perlu dilakukan satu per satu dan hasilnya tidak selalu langsung terlihat. Meski begitu, dampaknya cukup membantu untuk mengurangi gangguan iklan saat memakai aplikasi bawaan.

Safe Mode membantu menemukan biang masalah

Saat semua langkah dasar sudah dicoba tetapi iklan tetap muncul, Safe Mode bisa dipakai untuk menelusuri sumbernya. Dalam mode ini, ponsel hanya menjalankan aplikasi bawaan sistem.

Jika iklan tidak muncul saat Safe Mode aktif, besar kemungkinan masalah datang dari aplikasi yang sebelumnya diinstal pengguna. Setelah itu, aplikasi bisa dihapus satu per satu sampai sumber gangguan ditemukan.

Cara ini efektif untuk mendeteksi aplikasi tersembunyi atau aplikasi yang tidak langsung terlihat sebagai penyebab iklan. Dengan pemeriksaan yang lebih teliti, ponsel biasanya bisa kembali nyaman dipakai tanpa pop-up yang terus mengganggu.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru