Saham Kripto Menguat Saat Bitcoin Dan Ethereum Masih Lesu, Gencatan Senjata Bisa Jadi Pemicu Baru

Pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum masih tertahan, sementara para pelaku pasar mulai melirik satu pemicu lain yang dianggap lebih besar daripada sentimen harian: meredanya ketegangan di Timur Tengah. Di saat saham AS terus mencetak penguatan, kripto besar justru bergerak datar dan belum menemukan tenaga baru untuk keluar dari pola itu.

Kondisi tersebut membuat pasar aset digital tampak sedang menunggu arah, bukan kehilangan minat. Kapitalisasi pasar kripto global memang naik 0,89% menjadi $2,59 triliun, tetapi kenaikan itu belum cukup mengangkat Bitcoin dan Ethereum dari fase bergerak menyamping.

Harga masih berputar di area yang sama

Bitcoin turun 0,76% ke $77.336,44, sedangkan Ethereum melemah 0,73% ke $2.127,64. XRP juga terkoreksi 0,59% menjadi $1,36, sementara Dogecoin justru naik tipis 0,65% ke $0,1050.

Di antara aset besar, Solana menjadi salah satu pengecualian kecil dengan kenaikan 0,19% ke $86,67. Meski begitu, pergerakan itu belum cukup untuk mengubah gambaran umum pasar yang masih bergerak terbatas.

Bitcoin sempat gagal bertahan di atas $78.000, sedangkan Ethereum tertahan di sekitar $2.150. Pola ini menunjukkan bahwa aktivitas tetap berjalan, tetapi dorongan untuk menembus level yang lebih tinggi masih belum kuat.

Pasar derivatif menunjukkan kehati-hatian

Sinyal hati-hati juga terlihat dari pasar derivatif. Dalam 24 jam terakhir, sekitar $100 juta dilikuidasi dan jumlahnya terbagi rata antara posisi long dan short menurut data Coinglass.

Open interest Bitcoin ikut turun 2,25% pada periode yang sama. Penurunan seperti ini biasanya menandakan minat yang melemah atau trader yang memilih menunggu dengan sikap lebih waspada terhadap arah harga berikutnya.

Di Binance, sebagian besar trader ritel dan whale masih memegang posisi long pada Bitcoin. Namun, sentimen keseluruhan tetap berada di wilayah “fear” menurut Crypto Fear & Greed Index.

Saham kripto ikut bergerak, tetapi belum cukup kuat

Di sisi lain, saham yang terkait dengan ekosistem kripto justru menguat. Coinbase Global naik 1,19%, sementara Bitmine Immersion Technologies naik 1,13%.

Kenaikan itu memperlihatkan bahwa minat investor terhadap ekosistem aset digital belum sepenuhnya hilang. Namun, penguatan di saham terkait belum langsung menular ke pergerakan Bitcoin dan Ethereum di pasar spot.

Gencatan senjata jadi perhatian utama

Trader kripto Michaël van de Poppe menilai gencatan senjata di Timur Tengah dapat menjadi pemicu terbaik bagi kekuatan baru pasar kripto. Menurutnya, meredanya konflik berpotensi menekan harga minyak, menurunkan imbal hasil Treasury AS, dan memicu koreksi lanjutan pada emas serta perak.

Dalam skenario seperti itu, altcoin dinilai berpeluang mendapat dukungan yang lebih luas. Van de Poppe melihat hambatan terbesar saat ini bukan kurangnya minat pada altcoin, melainkan tekanan makro global yang masih membebani pasar.

Sinyal dari pasar lain ikut mendukung harapan itu

Pasar saham Amerika Serikat justru bergerak lebih jauh dan mencetak rekor baru. Dow Jones Industrial Average naik 276,31 poin atau 0,55% ke 50.285,66, S&P 500 menguat 0,17% ke 7.445,72, dan Nasdaq Composite naik 0,09% ke 26.293,10.

Optimisme investor juga terdorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump sebelumnya pada pekan yang sama, saat ia menyebut negosiasi dengan Iran berada dalam “tahap akhir”. Pada saat bersamaan, US Oil Fund yang melacak West Texas Intermediate turun 2% dalam sepekan.

Bagi pasar kripto, kombinasi meredanya ketegangan geopolitik dan melemahnya tekanan pada harga minyak bisa menjadi bahan bakar penting. Selama pemicu itu belum benar-benar muncul, Bitcoin dan Ethereum tampaknya masih akan bertahan dalam pola terbatas sambil menunggu arah yang lebih jelas.

Berita Terkait