Samsung Buka Banyak Jalan Kreatif, OPPO Justru Mengunci Identitas Kamera yang Lebih Kuat

Author: Redaksi Android62

Perbandingan Galaxy S26 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra menunjukkan bahwa persaingan kamera flagship tidak lagi cukup dibaca dari hasil foto Auto atau file RAW. Justru mode pemotretan khusus memperlihatkan dua pendekatan kreativitas yang sangat berbeda.

Di satu sisi, Samsung menyiapkan banyak alat untuk berbagai skenario pemotretan. Di sisi lain, OPPO memilih jalan yang lebih sempit, tetapi membangun karakter visual yang kuat lewat XPAN Mode.

OPPO dan identitas visual yang lebih tegas

Find X9 Ultra tidak mengejar banyaknya mode seperti Samsung. OPPO lebih fokus pada pengalaman yang terasa khas dan dekat dengan kamera klasik, terutama melalui XPAN Mode yang terinspirasi dari Hasselblad XPAN.

Mode ini bukan panorama biasa. OPPO mengadaptasi semangat kamera film Hasselblad XPAN yang dikenal menghasilkan foto panorama ultra-lebar pada film 35 mm dengan nuansa sinematik.

Hasil XPAN Mode terasa lebih disengaja dan mendorong komposisi yang berbeda dari foto ponsel pada umumnya. Mode ini juga bisa dipakai di kamera Ultra-Wide, 1x, 3x, dan 10x, sehingga gaya visualnya tetap konsisten di rentang zoom yang luas.

Namun, ada batas praktis yang ikut mengiringi keunikan itu. Beberapa platform media sosial, termasuk Instagram, belum sepenuhnya mendukung rasio panorama tersebut dan sering memotong hasilnya.

Samsung mengandalkan banyak alat untuk banyak gaya

Galaxy S26 Ultra menempatkan fleksibilitas sebagai inti pendekatannya. Samsung menawarkan kumpulan mode khusus yang lebih luas, mulai dari pencahayaan komputasional, astrofotografi, hingga fitur berbasis AI.

Salah satu yang paling menonjol adalah Single Take. Dengan satu kali menekan tombol rana, kamera dapat merekam banyak foto dan video sekaligus, lalu menghasilkan berbagai versi seperti crop berbeda, filter, highlight video, klip bergaya boomerang, efek rewind, fast-forward, dan komposisi alternatif.

Pendekatan ini membantu pengguna yang tidak ingin terlalu sibuk memilih mode sejak awal. Single Take juga bisa dipakai di kamera ultra-wide, 1x, 3x, dan 5x, sehingga cakupannya terasa sangat luas.

Di sisi lain, Expert RAW membuka ruang yang lebih teknis. Samsung menghadirkan Virtual Reflector, Virtual Aperture, ND Filter, Multi Exposure, Astrophoto, Astroportrait, dan Ocean Mode di dalamnya.

Sejumlah fitur itu meniru perangkat fotografi profesional. Sebagian lainnya mencoba menghadirkan teknik yang biasanya membutuhkan kamera khusus atau aksesori tambahan.

Virtual Reflector jadi pembeda halus Samsung

Samsung juga menyiapkan Virtual Reflector sebagai senjata yang lebih subtil. Fitur ini tidak mengubah framing atau perspektif, melainkan mensimulasikan reflector profesional untuk menyebarkan cahaya ke subjek.

Efeknya berupa bayangan yang lebih lembut, pencahayaan wajah yang lebih rata, dan hasil yang tetap natural tanpa terasa berlebihan. Fitur ini bahkan dinilai cukup fleksibel untuk menggantikan pemotretan Auto biasa dalam banyak situasi harian.

Virtual Reflector mendukung kamera 1x, 3x, dan 5x optik. Samsung juga memberi alur kerja yang praktis karena file RAW dan JPEG bisa dihasilkan bersamaan dalam satu kali pemotretan.

Persaingan yang masih sangat ketat

Dalam kategori Special Modes, Samsung unggul dengan skor 2 poin, sedangkan OPPO memperoleh 1 poin. Meski begitu, dalam perbandingan yang lebih luas, OPPO masih memimpin 12 poin sementara Samsung menguntit dengan 11 poin.

Kategori lain yang sudah dievaluasi mencakup telemacro, zoom, desain, usability kamera, pengalaman pre-order, unboxing, arsitektur baterai, efisiensi standby, pengisian daya, fotografi Auto, dan fotografi RAW. Dari sana terlihat bahwa perbedaan keduanya bukan semata soal kualitas kamera, melainkan cara masing-masing merek mendorong pengguna berkreasi.

Pada akhirnya, Samsung tampil sebagai penyedia banyak alat untuk banyak gaya, sementara OPPO memilih membangun satu identitas visual yang kuat dan mudah dikenali. Dua pendekatan itu membuat persaingan kamera flagship semakin menarik, terutama bagi pengguna yang menilai kamera bukan hanya dari hasil, tetapi juga dari pengalaman kreatif yang ditawarkan.

Source: sammyguru.com
Berita Terbaru