Samsung kembali membuka akses pembelian Galaxy Z TriFold setelah stoknya sempat habis dan penjualannya dihentikan pada Maret. Perangkat lipat premium ini kembali tampil di toko daring Samsung dengan hitung mundur menuju ketersediaan pada 10 April, sehingga langsung menarik perhatian pemburu ponsel lipat.
Minat tinggi terhadap Galaxy Z TriFold tidak lepas dari posisi produknya yang memang eksklusif sejak awal. Samsung membatasi distribusi perangkat ini dan tidak menempatkannya sebagai produk yang bisa dibeli bebas di situs utama, melainkan mengarahkan calon pembeli untuk memeriksa ketersediaan di toko ritel tertentu.
Stok terbatas, permintaan tetap tinggi
Kembalinya Galaxy Z TriFold menunjukkan bahwa perangkat ini masih punya daya tarik kuat di segmen ponsel lipat kelas atas. Harga jualnya yang mencapai $2,899 menegaskan bahwa TriFold tidak ditujukan untuk pasar massal, melainkan untuk pembeli yang mencari perangkat premium dengan karakter yang sangat spesifik.
Di pasar Amerika Serikat, perangkat ini sebelumnya dilaporkan habis dalam hitungan menit saat mulai hadir di toko Samsung pada 30 Januari. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa jumlah unit yang tersedia memang sangat terbatas, bahkan ketika minat pasar begitu besar.
Desain lipat 10 inci jadi pembeda utama
Salah satu alasan Galaxy Z TriFold tetap diburu adalah layar 10 inci yang muncul saat perangkat dibuka. Format lipat seperti ini memberi pengalaman yang berada di antara ponsel, tablet mini, dan perangkat layar fleksibel.
Kompleksitas desainnya ikut menjelaskan kenapa Samsung tidak melepasnya dalam jumlah besar. Untuk perangkat dengan mekanisme lipat yang rumit, produksi biasanya dilakukan lebih hati-hati, apalagi jika posisinya lebih sebagai etalase teknologi daripada model reguler.
Jalur pembelian masih selektif
Samsung belum membuka penjualan Galaxy Z TriFold secara luas di semua kanal. Perusahaan masih mengarahkan pembeli ke toko ritel tertentu, sehingga ketersediaannya tetap bergantung pada lokasi dan stok yang sangat terbatas.
Pola distribusi seperti ini juga sesuai dengan harga dan karakter produknya. Kehadiran di toko fisik memberi kesempatan bagi calon pembeli untuk melihat langsung ukuran perangkat, mekanisme lipat, dan tampilan layar sebelum memutuskan membeli.
Perjalanan rilis yang singkat dan terbatas
Galaxy Z TriFold pertama kali dijual di Korea Selatan pada 12 Desember. Setelah itu, perangkat ini masuk ke toko Samsung di Amerika Serikat pada 30 Januari, sebelum akhirnya sempat dihentikan penjualannya pada Maret karena stok habis.
Kembalinya perangkat ini ke toko Samsung memperlihatkan bahwa pasokannya memang dijaga ketat. Dalam konteks tersebut, setiap kali stok muncul lagi, antusiasme pembeli cenderung naik cepat karena unit yang tersedia tidak banyak.
Muncul di tengah pasar lipat yang makin ramai
Kehadiran kembali Galaxy Z TriFold juga terjadi saat pasar ponsel lipat sedang menjadi sorotan. Samsung biasanya memperbarui lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip pada Juli atau Agustus, sementara Motorola juga telah mengumumkan ponsel lipat model buku pertamanya untuk musim yang sama.
Di sisi lain, rumor soal iPhone Fold yang disebut juga mungkin hadir sebagai iPhone Ultra turut menambah perhatian ke segmen ini. Dalam situasi seperti itu, Galaxy Z TriFold tetap menjadi salah satu produk paling unik di jajaran perangkat lipat Samsung karena kombinasi harga tinggi, layar besar, dan distribusi yang sangat terbatas.
