Samsung dan Google sedang menempatkan smart glasses ke jalur yang berbeda dari citra kacamata pintar selama ini. Fokusnya bukan lagi pada perangkat yang tampak mencolok, melainkan aksesori harian yang bisa dipakai di ruang publik dengan lebih natural.
Arah itu terlihat dari pengembangan intelligent eyewear berbasis Android XR yang memadukan AI dengan desain yang tetap nyaman dan stylish. Samsung bahkan menyebut perangkat tersebut membawa “breakthrough AI capabilities with comfort and style”, menandakan bahwa tampilan kini ikut menjadi bagian penting dari strategi wearable AI.
AI jadi pusat pengalaman, bukan sekadar pelengkap
Di perangkat ini, Google menempatkan Gemini AI sebagai mesin utama. Sejumlah fungsi yang disebutkan mencakup navigasi real-time, penerjemahan langsung, pengambilan foto hands-free, dan asisten suara berbasis AI.
Samsung dan Google juga memosisikan smart glasses ini sebagai companion device yang terhubung langsung ke smartphone pengguna. Dengan pendekatan tersebut, kacamata pintar berperan sebagai perpanjangan ponsel, bukan pengganti perangkat utama.
Didesain agar tidak terasa asing di wajah
Perubahan desain menjadi perhatian besar karena selama ini bentuk smart glasses sering dianggap terlalu futuristik. Kondisi itu membuat banyak perangkat wearable sulit diterima sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Untuk mengurangi kesan tersebut, Samsung dan Google menggandeng brand fashion eyewear seperti Gentle Monster dan Warby Parker. Langkah ini menunjukkan bahwa perangkat tidak hanya harus kuat secara fungsi, tetapi juga harus nyaman dan masuk akal dipakai di tempat umum.
Spesifikasi masih tertutup rapat
Samsung belum membuka detail spesifikasi maupun harga resminya. Namun, bocoran yang ramai dibahas di Reddit dan media teknologi menyebut perangkat ini kemungkinan memakai chipset Snapdragon AR1+ Gen 1, kamera Sony IMX681, serta bobot ringan agar nyaman dipakai sepanjang hari.
Ada juga rumor bahwa Samsung menyiapkan dua versi perangkat. Satu model disebut sebagai AI glasses tanpa display, sementara versi lain kemungkinan hadir sebagai display glasses dengan teknologi micro-LED untuk pengalaman augmented reality yang lebih imersif.
Persaingan smart glasses makin panas
Langkah Samsung dan Google muncul di tengah pasar smart glasses yang semakin padat. Meta sudah lebih dulu menarik perhatian lewat Ray-Ban Meta, sementara Apple juga telah masuk lewat Vision Pro di segmen mixed reality premium.
Di tengah kompetisi itu, Samsung dan Google memilih jalur yang menekankan gabungan AI, wearable, dan fashion dalam satu perangkat. Strategi ini mencoba menjawab masalah utama smart glasses selama ini, yaitu bagaimana membuat teknologi canggih terasa wajar dipakai setiap hari.
Arah pengembangan seperti ini menunjukkan bahwa smart glasses tidak lagi hanya dipandang sebagai perangkat demo teknologi. Jika pendekatan Samsung dan Google berhasil, kacamata AI bisa menjadi salah satu perangkat wearable yang paling dekat dengan kebiasaan pengguna dalam waktu mendatang.
Source: yoursay.suara.com






