Di konser Cortis di Indonesia Arena, posisi paling ujung area festival tetap mampu menghasilkan fancam yang terasa dekat. Hasil itu banyak bergantung pada kemampuan zoom Samsung Galaxy S26 Ultra yang dipakai dari area Pink, meski jaraknya cukup jauh dari panggung utama.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kualitas rekaman konser tidak hanya ditentukan oleh posisi penonton. Di venue besar seperti Indonesia Arena, pengaturan kamera dan pemilihan zoom dapat menjadi pembeda utama antara video yang tampak biasa saja dan hasil yang masih nyaman ditonton ulang.
Zoom 5x dan 10x menjadi pilihan paling aman
Selama pertunjukan berlangsung, zoom 5x dan 10x disebut sebagai rentang yang paling sering dipakai. Pada dua level itu, detail panggung masih dapat tertangkap dengan baik tanpa kehilangan terlalu banyak konteks suasana konser.
Tata cahaya, koreografi, visual panggung, hingga ekspresi para member tetap terlihat jelas pada pembesaran tersebut. Martin dan anggota lain juga masih bisa direkam dengan cukup detail meski penonton berada jauh dari bibir panggung.
Untuk beberapa lagu seperti “TNT”, “REDRED”, “GO!”, hingga “FaSHioN”, perekaman dimulai dari zoom 1x. Langkah ini dipakai untuk menangkap keseluruhan panggung sebelum pembesaran dinaikkan pada momen tertentu.
Pada tahap awal itu, focus lock digunakan agar fokus tidak mudah bergeser. Exposure juga diturunkan supaya sorotan lampu panggung yang terang tidak membuat video terlihat terlalu terang.
Ketika lagu masuk ke bagian reff atau saat ada momen yang ingin diabadikan lebih dekat, zoom dipindahkan ke 5x. Level ini dinilai paling seimbang karena wajah para member mulai terlihat lebih jelas, tetapi sebagian panggung masih tetap masuk ke dalam frame.
Jika targetnya ekspresi wajah yang lebih detail, zoom dinaikkan ke 10x. Di titik ini, gambar masih dinilai tajam dan tetap nyaman dipakai untuk merekam suasana konser yang dinamis.
Mengapa tidak dipakai sampai 25x
Samsung Galaxy S26 Ultra sebenarnya mendukung zoom hingga 25x. Namun, saat dipakai di konser, pembesaran itu justru tidak menjadi pilihan utama karena berkaitan dengan kestabilan gambar.
Semakin tinggi zoom digital yang digunakan, kamera menjadi semakin sensitif terhadap gerakan tangan. Dalam suasana konser, penonton biasanya tetap bergerak, bernyanyi, dan melompat mengikuti pertunjukan, sehingga hasil video lebih mudah goyah.
Batas 5x hingga 10x akhirnya menjadi kompromi yang paling realistis. Hasil video tetap tampak tajam dan stabil, tanpa mengganggu pengalaman menikmati konser bersama penonton lain.
Hasil rekaman konser Cortis di Jakarta itu juga ditampilkan melalui unggahan video di akun Tekno Kompas.com di Instagram dan TikTok. Rekaman tersebut memperlihatkan bagaimana momen panggung tetap bisa terlihat dekat dari posisi yang secara fisik cukup jauh.
Cortis tampil untuk pertama kali di Indonesia
Konser Cortis di Jakarta digelar di Indonesia Arena pada Sabtu (19/6/2026). Grup rookie besutan Big Hit Labels itu datang ke Indonesia untuk pertama kalinya setelah debut pada Agustus 2025.
Meski usianya belum genap setahun, Cortis sudah menjadi salah satu grup K-pop pendatang baru yang banyak dibicarakan. Grup bernama lengkap Color Outside The Lines itu beranggotakan James, Juhoon, Martin, Seonghyeon, dan Keonho.
Antusiasme penggemar yang dikenal sebagai Coer terlihat besar dalam penampilan perdana tersebut. Di tengah suasana konser yang padat, perekaman dari jarak jauh menjadi tantangan tersendiri bagi penonton yang ingin membawa pulang video dengan detail memadai.
Pengalaman itu pada akhirnya menegaskan satu hal penting bagi penonton konser masa kini. Dengan perangkat yang tepat dan pengaturan yang sesuai, posisi paling belakang tidak selalu berarti kehilangan detail terbaik dari pertunjukan.
Source: tekno.kompas.com






