Samsung menargetkan mulai memproduksi robot humanoid pada tahun ini, seiring persiapan fasilitas manufaktur khusus di Gumi, Korea Selatan. Langkah tersebut didukung rencana investasi sekitar 19 triliun won yang sebelumnya diumumkan TM Roh.
Dana itu disiapkan untuk membangun lini produksi yang berfokus pada robot berbentuk manusia. Samsung belum menjelaskan bentuk humanoid yang dikembangkan maupun jadwal pemasarannya secara komersial.
Investasi Menjadi Fondasi Manufaktur
Rencana di Gumi merupakan bagian dari investasi Samsung Electronics sekitar 60 triliun won di wilayah Yeongnam. Dengan fasilitas baru itu, Samsung menyiapkan kapasitas manufaktur robot, bukan hanya pengembangan produk pada tahap riset.
Target produksi tahun ini menandai percepatan strategi perusahaan dalam bidang robotika. Namun, belum ada rincian mengenai volume produksi atau pasar yang akan menjadi sasaran awal robot humanoid tersebut.
| Fokus | Rencana Samsung |
|---|---|
| Produksi humanoid | Ditargetkan dimulai pada tahun ini |
| Fasilitas manufaktur | Gumi, Korea Selatan |
| Nilai investasi pabrik | Sekitar 19 triliun won |
| Investasi wilayah Yeongnam | Sekitar 60 triliun won |
Divisi RX Menyatukan Proyek Robot
Untuk mengarahkan pengembangan tersebut, Samsung membentuk Robotics eXperience atau RX sebagai divisi khusus robotika. Unit ini berada di bawah pengawasan TM Roh, CEO Samsung sekaligus Head of Device eXperience atau DX Division.
RX dipimpin Dongkun Lee, yang bergabung sebagai Executive Vice President pada Mei 2026. Lee memiliki pengalaman memimpin strategi robotika Hyundai dan pernah terlibat dalam pengembangan robot di Boston Dynamics, yang berada dalam grup Hyundai.
Basis utama RX ditempatkan di fasilitas Samsung di Seoul, Korea Selatan. Perusahaan juga berencana membangun pusat riset robotika di Amerika Serikat, China, dan Jepang.
Ekspansi riset lintas negara itu diarahkan untuk memanfaatkan keahlian tenaga kerja di masing-masing wilayah. Struktur baru ini memungkinkan pengembangan AI, perangkat keras, riset, dan manufaktur robot berjalan dalam satu arah.
Persaingan Physical AI Meningkat
Pembentukan divisi robotika menegaskan fokus Samsung pada physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang diterapkan melalui perangkat fisik seperti robot. Pasar merespons kabar tersebut dengan kenaikan saham Samsung sebesar 6,76 persen.
Persaingan di bidang ini juga semakin ketat karena robot dipandang sebagai bentuk penerapan AI yang dapat bekerja langsung di dunia fisik. Hyundai baru-baru ini membeli seluruh saham Boston Dynamics untuk memperkuat bisnis robotikanya.
Google turut menggabungkan perusahaan-perusahaan robotika yang sebelumnya berada di bawah Alphabet ke dalam organisasinya. Konsolidasi tersebut menunjukkan upaya untuk menyatukan pengembangan robot dengan strategi AI yang lebih luas.
Di sisi lain, OpenAI sedang mengembangkan sejumlah perangkat fisik berbasis ChatGPT. Menurut informasi yang dihimpun Kompas Tekno dari Engadget, produk pertamanya diperkirakan berupa speaker pintar.
Bagi Samsung, RX menjadi wadah untuk menghubungkan ambisi physical AI dengan kesiapan produksi. Detail produk masih tertutup, tetapi investasi di Gumi dan target manufaktur tahun ini menunjukkan robotika telah menjadi agenda penting perusahaan.







