Samsung Kembangkan Layar Gulung Yang Tetap Ringkas, Panel Lebih Tersimpan Dan Lebih Terlindungi

Samsung kembali menguji arah baru untuk smartphone fleksibel lewat konsep layar gulung dan sliding. Fokus utamanya bukan hanya memperluas tampilan, tetapi juga menjaga perangkat tetap ringkas saat tidak digunakan.

Pendekatan ini membuat layar bisa melebar ke samping tanpa mekanisme lipat seperti pada ponsel lipat yang sudah lebih dulu dikenal. Dengan begitu, pengguna mendapat bidang pandang lebih luas tanpa harus membawa perangkat yang langsung tampak besar sejak awal.

Dua cara membuka layar

Dalam dokumen yang beredar, Samsung memperlihatkan dua konsep berbeda untuk memperbesar layar. Konsep pertama menampilkan bodi yang sekilas mirip smartphone biasa, dengan bentuk yang disebut mirip Galaxy S26 reguler dan tiga modul kamera yang menyerupai Galaxy Z Fold 7.

Bedanya, bodi perangkat dibuat lebih memanjang dan panel dapat ditarik ke samping. Saat mekanisme ini bekerja, layar keluar dari bodi melalui sistem sliding atau rolling, lalu area tampilan bertambah secara horizontal.

Pada rancangan tersebut, ada pula cutout di bagian modul kamera. Bagian itu memungkinkan kamera ikut bergeser bersama layar yang tersembunyi di dalam bodi.

Konsep kedua terlihat lebih ekstrem karena panel fleksibelnya benar-benar disimpan di dalam bodi saat posisi normal. Untuk membuka tampilan, kedua sisi perangkat harus ditarik ke kanan dan kiri secara bersamaan hingga layar keluar dan bidang pandang melebar.

Perlindungan layar jadi perhatian utama

Salah satu alasan penting di balik desain ini adalah perlindungan panel fleksibel. Samsung tampaknya ingin mengurangi risiko goresan atau benturan saat perangkat belum dipakai dan layar masih tertutup di dalam bodi.

Cara kerja seperti ini juga membuat tampilan luar perangkat tetap padat ketika sedang dalam mode normal. Saat dibutuhkan, layar baru diperluas sehingga pengguna mendapat area visual yang lebih lapang tanpa mengorbankan bentuk ringkasnya.

Desain tersebut turut memengaruhi posisi kamera belakang. Karena kamera berada pada bagian bodi yang ikut bergerak dalam mekanisme sliding, penempatannya bisa tetap menyatu dengan struktur perangkat.

Ada sensor untuk mengatur gerak layar

Samsung disebut juga menyematkan sensor khusus pada konsep ini. Sensor tersebut berfungsi mendeteksi seberapa jauh layar diperluas dan seberapa cepat pergerakannya.

Keberadaan sensor itu membantu pengguna menyesuaikan ritme buka dan geser layar dengan lebih presisi. Hasilnya, pengalaman memakai perangkat bisa terasa lebih terkontrol saat panel diperbesar atau dikembalikan ke posisi semula.

Secara desain, pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya bermain di ranah ponsel lipat. Perusahaan asal Korea Selatan itu juga mencari jalur lain untuk menghadirkan smartphone fleksibel yang tetap aman dan praktis saat dibawa.

Masih sebatas paten

Meski konsepnya menarik, teknologi ini belum masuk tahap produk jadi. Paten yang muncul baru memperlihatkan arah eksperimen Samsung, bukan perangkat yang siap dipasarkan.

Informasi mengenai desain baru ini pertama kali ditemukan WearView dan xleaks7, lalu dilansir GizmoChina. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa Samsung masih aktif menguji format layar fleksibel di luar model lipat yang selama ini paling dikenal publik.

Jika pengembangannya berlanjut, konsep layar gulung dan sliding ini berpotensi membuka kategori perangkat yang berbeda dari HP lipat konvensional. Untuk saat ini, yang terlihat jelas adalah Samsung belum berhenti mencari cara agar smartphone bisa semakin fleksibel tanpa kehilangan bentuk yang ringkas.

Source: selular.id

Berita Terkait