Samsung resmi mulai menggulirkan One UI 8.5 ke perangkat Galaxy yang memenuhi syarat di berbagai negara. Pembaruan ini langsung mencuri perhatian karena skala distribusinya sangat besar dan dalam beberapa bulan ke depan disebut akan menjangkau lebih dari 300 juta perangkat Galaxy.
Besarnya jangkauan tersebut membuat One UI 8.5 menjadi salah satu distribusi firmware terbesar Samsung untuk ekosistem Galaxy dalam periode ini. Update ini juga tidak hanya menyasar lini premium, melainkan hadir ke perangkat yang memenuhi syarat di banyak pasar.
One UI 8.5 dibangun di atas Android 16 dan membawa kombinasi perubahan antarmuka, fitur baru, serta opsi kustomisasi yang lebih luas. Samsung tampaknya ingin membuat pengalaman memakai Galaxy terasa lebih fleksibel, terutama bagi pengguna yang mengandalkan ponsel untuk kebutuhan harian.
Salah satu perubahan yang paling menonjol ada pada quick panel. Bagian ini kini bisa dipersonalisasi dengan lebih penuh, sehingga pengguna punya ruang lebih besar untuk mengatur tampilan dan akses cepat sesuai kebiasaan masing-masing.
Samsung juga merapikan beberapa elemen visual agar lebih mudah dijangkau. Di banyak aplikasi Samsung, bilah pencarian kini dipindahkan ke bagian bawah layar, sebuah penyesuaian yang terasa lebih praktis pada ponsel berlayar besar.
Penempatan elemen di bagian bawah seperti ini membantu penggunaan satu tangan. Selain itu, navigasi juga terasa lebih efisien karena bagian yang sering dipakai tidak lagi berada terlalu jauh dari jangkauan ibu jari.
Dari sisi fitur, Samsung membawa horizontal lock ke seri Galaxy S25. Sebelumnya fitur ini hadir di Galaxy S26, sehingga kehadirannya di seri lain menjadi salah satu pembaruan yang dinantikan pengguna.
Paket One UI 8.5 juga memuat sejumlah fitur Galaxy AI baru. Di dalamnya ada ringkasan notifikasi berbasis AI, advanced audio eraser, call screening, dan peningkatan pada Photo Assist.
Ringkasan notifikasi berbasis AI ditujukan untuk membantu pengguna menangkap isi pemberitahuan dengan lebih cepat. Fitur ini relevan untuk perangkat yang menerima banyak notifikasi sepanjang hari, karena membuat informasi penting lebih mudah dipahami.
Sementara itu, advanced audio eraser dan pembaruan pada Photo Assist mempertegas fokus Samsung pada pengalaman multimedia dan produktivitas berbasis AI. Call screening ikut menjadi tambahan penting karena menyentuh fungsi komunikasi yang dipakai hampir setiap hari.
Peningkatan lain hadir pada Quick Share. Samsung kini menghadirkan kompatibilitas Quick Share ke AirDrop, sehingga berbagi file lintas platform menjadi lebih mudah.
Langkah ini terasa penting bagi pengguna yang berada di ekosistem campuran. Kemudahan berbagi file antarperangkat sering menjadi kebutuhan utama, baik untuk urusan kerja maupun penggunaan pribadi.
Dari sisi ketersediaan, pembaruan ini sudah hadir di sebagian besar pasar. Sejumlah pemilik perangkat Galaxy di berbagai wilayah bahkan dilaporkan telah menerima notifikasi pembaruan langsung di perangkat mereka.
Bagi pengguna yang belum melihat notifikasi, distribusinya diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat. Peluncuran bertahap seperti ini memang lazim digunakan untuk update berskala besar agar proses distribusi tetap stabil.
Dengan lebih dari 300 juta perangkat yang akan masuk ke jalur pembaruan, One UI 8.5 menunjukkan luasnya basis pengguna aktif Samsung. Update ini menggabungkan perubahan sistem, pembaruan antarmuka, dan fitur AI dalam satu paket yang terasa langsung dalam pemakaian harian.
Source: www.sammobile.com






