Pro Keyboard untuk Galaxy Tab S11 Ultra langsung menonjol karena sambungannya yang sangat kuat. Di penggunaan nyata, aksesori ini membuat tablet terasa jauh lebih mantap saat dipakai mengetik, termasuk ketika digunakan di pangkuan tanpa wobble yang mengganggu.
Kesan itu datang bukan hanya dari kekuatan magnetnya, tetapi juga dari kombinasi engsel dan kickstand yang menopang perangkat dengan stabil. SammyGuru menilai pendekatan Samsung kali ini terasa lebih serius, karena pengalaman yang muncul lebih dekat ke laptop premium daripada sekadar keyboard pelengkap tablet.
Stabil saat dipakai di pangkuan
Banyak setup tablet biasanya mulai terasa goyah saat layar disentuh cepat atau saat mengetik dalam tempo tinggi. Pada Pro Keyboard ini, masalah itu disebut jauh lebih minim, sehingga Galaxy Tab S11 Ultra terasa lebih aman dipakai di pangkuan.
Stabilitas itu juga tetap terasa ketika dipakai di meja. Meski paket keseluruhannya jadi lebih berat, distribusi beban dan dukungan strukturnya justru memberi rasa kerja yang lebih percaya diri.
Rasa premium tanpa mengorbankan bentuk tipis
Pro Keyboard hadir dengan bodi yang tipis, tetapi tidak memberi kesan ringkih. Karakter ini sejalan dengan arah desain Samsung pada perangkat lain seperti Galaxy S25 Edge dan Galaxy Z Fold 7, yang mengejar profil ramping tanpa memangkas kemampuan inti.
Dibanding Book Cover Keyboard untuk Galaxy Tab S8 Ultra, S9 Ultra, dan S10 Ultra, generasi baru ini dianggap lebih matang. Kesan premium hadir bukan hanya dari material, tetapi juga dari kekencangan sambungan yang terasa lebih meyakinkan.
Sambungan kuat, S Pen tetap aman
Kekuatan sambungan antara tablet dan keyboard menjadi salah satu poin paling menonjol. SammyGuru menyebut keyboard ini menempel sangat kuat, dan cara melepasnya paling mudah dilakukan dengan menahan kickstand lalu menarik Tab S11 Ultra ke arah pengguna.
Kalau dilepas dengan cara lain, tenaga yang dibutuhkan disebut lebih besar. Samsung tampaknya memang sengaja memprioritaskan koneksi yang mantap agar perangkat tidak mudah bergeser atau terlepas di berbagai posisi.
Magnet yang besar sempat memunculkan pertanyaan soal S Pen. Namun dalam penggunaan yang dilaporkan, kekuatan magnet pada Pro Keyboard ini tidak mengganggu fungsi stylus tersebut.
Pengalaman mengetik yang lebih serius
Dari sisi rasa mengetik, Pro Keyboard dinilai lebih mendekati laptop premium dibanding keyboard tablet biasa. Tampilan dan sensasinya bahkan mengingatkan pada Razer Blade, sementara feel tombolnya disebut mendekati, meski tidak identik, dengan ASUS Zephyrus.
Tombolnya tidak butuh tekanan besar untuk ditekan, tetapi responsnya juga tidak terasa lembek. Perpaduan itu membuat sesi mengetik panjang tetap terasa meyakinkan.
Bagian belakang keyboard yang terekspos juga tidak memunculkan kekhawatiran besar soal daya tahan. Hal ini ikut memperkuat kesan bahwa konstruksinya cukup serius meski desain keseluruhannya tetap ramping.
Ada catatan pada backlight dan software touchpad
Meski banyak sisi dipuji, tidak semua bagian terasa sempurna. Kritik paling jelas mengarah ke sistem backlight, yang dinilai hanya benar-benar berguna saat digunakan di ruangan sangat gelap.
Di area terang, perbedaan antara lampu mati dan kecerahan penuh disebut nyaris tidak terlihat. Pada kondisi tertentu, lampu latar putih di tombol berwarna putih justru membuat visibilitas makin buruk, sehingga lebih masuk akal jika backlight dimatikan saat ruang cukup terang.
Meski begitu, indikator penting seperti tombol Caps Lock tetap terlihat jelas di lingkungan terang, termasuk tombol fungsi atau FN. Sementara itu, pengalaman perangkat lunak untuk touchpad masih dinilai kurang memuaskan dan menjadi area yang diharapkan bisa membaik lewat pembaruan One UI.
Samsung Pro Keyboard untuk Galaxy Tab S11 Ultra saat ini dijual dengan harga $379. Angka itu disebut turun $20 dari harga normalnya.
Source: sammyguru.com





