Samsung disebut tengah menyiapkan Galaxy AI Smart Glasses sebagai langkah baru untuk memperkuat posisinya di pasar perangkat wearable berbasis AI. Perangkat ini diproyeksikan menjadi alternatif yang lebih ringkas dibanding headset XR, dengan fokus pada pengalaman augmented reality yang lebih praktis untuk pemakaian sehari-hari.
Rencana itu juga menempatkan Samsung semakin dekat dengan pasar kacamata pintar yang selama ini masih didominasi beberapa pemain tertentu. Jika berjalan sesuai arah yang dilaporkan, perangkat ini akan menjadi salah satu produk penting Samsung di ekosistem Galaxy, bukan sekadar aksesori tambahan untuk ponsel.
Dibangun sebagai bagian dari ekosistem Galaxy
Galaxy AI Smart Glasses tidak diposisikan sebagai perangkat yang berdiri sendiri. Samsung justru disebut ingin menjadikannya penghubung yang lebih mulus antara ponsel lipat, wearable lain, dan layanan AI milik perusahaan.
Pendekatan tersebut penting karena pasar wearable kini bergerak ke arah integrasi yang lebih rapi. Pengguna tidak lagi hanya melihat spesifikasi, tetapi juga bagaimana satu perangkat bisa terhubung dengan perangkat lain tanpa hambatan yang terasa, terutama untuk aktivitas harian.
Dalam konteks itu, kacamata pintar Samsung dipandang bisa membantu menghadirkan penggunaan AI dan XR yang lebih alami. Perangkat ini berpotensi dipakai sebagai jembatan antara produktivitas, hiburan, dan komunikasi di dalam ekosistem Galaxy.
Dua model disiapkan untuk segmen berbeda
Artikel referensi menyebut Samsung menyiapkan dua model Galaxy AI Smart Glasses. Kehadiran dua varian ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin menyasar pasar yang lebih luas dengan pendekatan fitur dan harga yang berbeda.
Model pertama disebut sebagai versi yang lebih canggih dan membawa layar AR yang tertanam di lensa. Varian ini kemungkinan ditujukan untuk pengguna yang menginginkan pengalaman visual lebih imersif dan interaktif.
Sementara itu, model kedua diposisikan lebih terjangkau dengan fungsi dasar untuk pemakaian harian. Strategi ini memberi ruang bagi Samsung untuk masuk ke pasar premium sekaligus menjangkau konsumen yang ingin mencoba kacamata pintar tanpa langsung naik ke perangkat yang kompleks.
Fokus desain agar terasa natural dipakai
Samsung tampaknya tidak ingin produk ini terlihat seperti headset besar yang mencolok. Karena itu, perusahaan disebut bekerja sama dengan Google untuk sisi perangkat lunak, lalu menggandeng Warby Parker dan Gentle Monster untuk memperkuat aspek desain dan estetika.
Kolaborasi tersebut memberi sinyal bahwa Samsung ingin kacamata pintarnya tampil lebih relevan untuk dipakai di ruang publik. Bentuk yang ramping, modern, dan nyaman menjadi bagian penting agar perangkat ini terasa seperti kacamata biasa, bukan perangkat teknologi yang terlalu menonjol.
Pendekatan desain juga memperluas target pasar. Produk semacam ini tidak hanya menyasar penggemar teknologi, tetapi juga pengguna umum yang memperhatikan gaya, kenyamanan, dan kesan natural saat memakai perangkat pintar.
Spesifikasi awal yang sudah disebut
Dari sisi teknis, Galaxy AI Smart Glasses disebut akan berjalan di Android XR. Platform ini merupakan versi Android yang disiapkan untuk kebutuhan extended reality, sehingga mendukung pemakaian AI dan AR secara lebih optimal.
Beberapa spesifikasi awal juga sudah muncul di artikel referensi. Di antaranya kamera 12 megapiksel dengan autofocus, chipset AR dari Qualcomm, serta baterai 155 mAh.
Kapasitas baterai tersebut memang terlihat kecil jika dibandingkan perangkat lain, tetapi arah pengembangannya lebih menekankan perangkat yang ringan dan portabel. Artinya, Samsung tampaknya memilih keseimbangan antara fungsi, bobot, dan kenyamanan untuk pemakaian harian.
AI multimodal jadi inti pengalaman
Galaxy AI Smart Glasses disebut menjadi bagian dari visi Samsung dalam menghadirkan AI multimodal. Konsep ini memadukan suara, visual, dan gestur agar interaksi terasa lebih intuitif.
Dengan pendekatan itu, pengguna bisa memakai kacamata pintar untuk melihat, mendengar, dan memberi perintah dengan cara yang lebih alami. Hal ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih menyatu dibanding wearable generasi sebelumnya.
Artikel referensi juga mengaitkan proyek ini dengan arah investasi Samsung yang lebih luas di bidang AI. Salah satu contoh yang disebut adalah pengembangan chip memori HBM 4 untuk mendukung aplikasi AI berkinerja tinggi.
Belajar dari Galaxy XR
Pengembangan Galaxy AI Smart Glasses tidak dimulai dari titik nol. Samsung sebelumnya telah memperkenalkan headset Galaxy XR yang disebut meluncur pada Oktober 2025.
Pengalaman dari perangkat itu diyakini membantu Samsung memahami kebutuhan pengguna sekaligus tantangan teknis di kategori XR. Dari sana, perusahaan tampaknya bergerak ke format yang lebih praktis agar AR bisa hadir dalam bentuk yang lebih mudah diterima pasar.
Perubahan dari headset ke kacamata juga penting dari sisi pemakaian. Kacamata pintar lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari dan lebih mudah masuk ke aktivitas publik tanpa terlihat terlalu berat atau mencolok.
Dengan jadwal peluncuran pada paruh kedua 2026 yang disejajarkan dengan kehadiran Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8, Samsung jelas menyiapkan Galaxy AI Smart Glasses sebagai bagian penting dari strategi perangkat masa depan. Jika seluruh rencana itu berjalan sesuai arah yang sudah terungkap, perangkat ini bisa menjadi pesaing yang kuat bagi Ray-Ban Meta di pasar kacamata pintar berbasis AI dan AR.
Source: www.geeky-gadgets.com






