Samsung disebut tengah menyiapkan langkah baru di pasar perangkat fleksibel lewat ponsel berlayar gulung. Jika proyek ini benar-benar masuk jalur produksi, perangkat tersebut akan menjadi kelanjutan dari inovasi layar yang sebelumnya sudah diisi ponsel lipat dan lipat tiga.
Informasi yang beredar menyebut perangkat itu ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2028. Bahkan, generasi penerusnya sudah masuk rencana pengembangan dan diperkirakan hadir sekitar 2030.
Ukuran layar dan nama sementara
Berdasarkan rangkuman Omdia, ponsel ini kemungkinan membawa layar 10 inci saat dibentangkan. Panelnya disebut memiliki rasio aspek 16:9 dengan kerapatan piksel sekitar 440,6 ppi.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Ukuran layar | 10 inci saat dibentangkan |
| Rasio aspek | 16:9 |
| Kerapatan piksel | Sekitar 440,6 ppi |
| Nama sementara | Samsung Z Slide |
Perangkat itu disebut memiliki nama sementara Samsung Z Slide. Namun, Samsung belum mengungkap mekanisme layar gulung maupun desain final yang akan dipakai.
Masih sebatas laporan
Laporan Money Today menyebut Samsung Display sedang berdiskusi dengan Samsung Electronics untuk memasok panel layar bagi perangkat tersebut. Kedua perusahaan berada di bawah Samsung Group, tetapi hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Samsung.
Teknologi serupa sebenarnya sudah pernah dipamerkan Samsung Display melalui konsep Rollable Flex. Konsep itu memang sempat diperlihatkan dalam bentuk demonstrasi, tetapi belum diwujudkan menjadi produk komersial.
Karena itu, rumor mengenai ponsel layar gulung ini menjadi penting. Untuk pertama kalinya, peluang produksinya terlihat lebih dekat ke tahap nyata dibanding sekadar konsep panggung.
Samsung sendiri bukan pemain baru dalam layar fleksibel. Perusahaan asal Korea Selatan itu sebelumnya lebih dulu dikenal lewat lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, lalu ikut memperluas pasar dengan ponsel lipat tiga.
LG pernah mengembangkan ponsel layar gulung pada 2021, tetapi perangkat itu tidak pernah dirilis setelah perusahaan tersebut menutup bisnis smartphone. Dalam konteks itu, langkah Samsung berpotensi membuka babak baru di kategori yang selama ini masih jarang mencapai produksi massal.
Source: tekno.kompas.com






