San Siro Tak Menentukan Pemenang, VAR Gagalkan Gol Thuram dan Milan-Juventus Berbagi Poin

Keputusan video asisten pertandingan menjadi momen paling menentukan dalam duel AC Milan kontra Juventus di San Siro. Gol Khephren Thuram yang sempat membawa Juventus unggul pada menit ke-36 dibatalkan setelah tinjauan ulang menunjukkan sang pemain berada dalam posisi offside lebih dulu.

Situasi itu menjaga skor tetap 0-0 hingga pertandingan berakhir. Juventus pun kehilangan peluang besar untuk pulang dengan tiga poin, sementara Milan juga gagal memanfaatkan laga kandang untuk memetik kemenangan.

Pertandingan ketat sejak awal

Laga pekan ke-34 Serie A ini berlangsung dengan tempo rapat dan minim ruang. Kedua tim sama-sama berhati-hati, sehingga peluang bersih tidak muncul terlalu sering di depan gawang.

Milan dan Juventus sama-sama tahu pentingnya hasil pertandingan ini dalam persaingan papan atas. Karena itu, duel berjalan dalam tensi tinggi meski tidak banyak gol tercipta.

Gol Thuram sempat mengubah arah laga

Juventus terlihat paling dekat untuk membuka keunggulan ketika serangan balik cepat mereka berakhir dengan sepakan Khephren Thuram. Bola sempat bersarang di gawang Mike Maignan dan tim tamu langsung merayakan gol tersebut.

Namun, selebrasi Juventus tidak bertahan lama. Wasit meninjau ulang kejadian itu melalui VAR dan memutuskan Thuram lebih dulu berada dalam posisi offside sebelum melakukan tembakan.

Keputusan itu menghapus gol yang sudah sempat mengubah suasana pertandingan. Juventus pun gagal mengambil kendali setelah momen tersebut, sedangkan Milan tetap bertahan dalam laga yang terus berjalan ketat.

Milan mencoba menekan lewat pergantian pemain

Memasuki babak kedua, AC Milan menaikkan intensitas permainan. Luka Modric dan Rafael Leao dimasukkan untuk menambah variasi serangan dan membuka kemungkinan lain di lini depan.

Rossoneri berupaya menyerang dari sisi sayap dan mempercepat sirkulasi bola menuju area pertahanan Juventus. Meski begitu, aliran serangan Milan kerap terhenti sebelum benar-benar menjadi ancaman serius.

Penyelesaian akhir menjadi masalah utama tuan rumah. Penguasaan bola yang mereka bangun tidak cukup tajam untuk menjebol gawang Michele Di Gregorio.

Pertahanan Juventus tetap disiplin

Di sisi lain, Juventus tampil rapi ketika harus bertahan. Bremer memimpin lini belakang dengan solid dan membantu menjaga struktur permainan tim tamu tetap kokoh saat ditekan Milan.

Koordinasi para pemain belakang membuat sejumlah percobaan Rossoneri sulit berkembang menjadi peluang bersih. Milan berulang kali masuk ke area berbahaya, tetapi jalur menuju gawang tetap tertutup rapat.

Juventus memang lebih banyak menunggu, tetapi pendekatan itu efektif untuk meredam tekanan lawan. Karena itu, skor kacamata bertahan sampai laga selesai.

Dampak pada persaingan papan atas

Hasil imbang ini membuat Milan tertahan di posisi ketiga dengan 67 poin. Juventus menyusul di peringkat keempat dengan 64 poin, sehingga jarak di papan atas tetap terjaga ketat.

Bagi Juventus, satu poin dari San Siro tetap bernilai dalam persaingan menuju empat besar. Namun, hasil tersebut juga membuat mereka gagal memangkas jarak dengan Milan yang berada satu tingkat di atasnya.

Laga ini sekaligus menghentikan laju positif kedua tim. Milan sebelumnya datang usai menaklukkan Verona 1-0, sedangkan Juventus membawa modal tiga kemenangan beruntun atas Genoa, Atalanta, dan Bologna.

Dengan empat pertandingan tersisa di Serie A, setiap poin menjadi sangat krusial. San Siro pun menutup malam dengan duel keras, rapat, dan tanpa pemenang, ketika gol Thuram yang sempat mengubah keadaan akhirnya dianulir oleh VAR.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait