Louis Saha tidak ragu menempatkan Jadon Sancho dalam daftar kegagalan terbesar Manchester United. Penilaiannya sangat keras karena winger asal Inggris itu dinilai tidak pernah benar-benar mendekati harapan besar yang menyertai kedatangannya ke Old Trafford.
Sancho datang ke Manchester United pada musim panas 2021 dengan banderol 85 juta Euro. Namun, catatan yang ia tinggalkan bersama klub itu jauh dari kata sepadan, hanya 12 gol dan enam assist dari 83 penampilan.
Statistik yang jauh dari ekspektasi
Angka tersebut menjadi alasan utama mengapa banyak sorotan mengarah kepada Sancho. Sebagai pemain yang dibeli mahal dan sempat diproyeksikan menjadi bagian penting tim, kontribusinya justru tidak berkembang seperti yang diharapkan.
Situasi itu membuat namanya terus dibicarakan dalam konteks kekecewaan. Bagi Manchester United, performa Sancho selama membela klub tidak pernah benar-benar menunjukkan level yang dulu membuatnya diburu banyak klub besar.
Saha menilai ada misteri dalam penurunan performa
Louis Saha ikut menegaskan pandangannya dengan bahasa yang sangat tegas. Ia menyebut Sancho sebagai rekrutan terburuk Manchester United dan menilai potensi besar yang pernah terlihat di Borussia Dortmund tidak berlanjut di Inggris.
Menurut Saha, penurunan itu sulit dipahami. Ia bahkan menggambarkan kondisi Sancho di Manchester United sebagai sebuah misteri karena performanya tidak kembali ke level terbaik seperti saat masih bermain di Bundesliga.
“Dia menunjukkan banyak potensi di Dortmund, tapi ketika di Man United, seperti sebuah misteri,” kata Saha. Ia menambahkan bahwa Sancho tidak mampu mencapai performa terbaiknya setelah pindah ke Inggris.
Perjalanan yang lebih sering berjalan lewat status pinjaman
Masalah Sancho tidak hanya terlihat dari statistiknya di tim utama Manchester United. Dalam perjalanannya bersama klub, ia lebih sering keluar masuk lewat skema peminjaman ketimbang mengunci tempat sebagai pemain inti.
Tiga klub pernah menjadi tujuan peminjamannya, yaitu Borussia Dortmund, Chelsea, dan Aston Villa. Dari seluruh masa pinjaman itu, catatan assist terbaik justru muncul saat ia berseragam Chelsea, ketika ia membukukan 10 assist dari 41 pertandingan.
Fakta itu semakin mempertegas jarak antara harapan dan kenyataan. Di Inggris, performa Sancho belum mampu menyamai sentuhan yang pernah ia tunjukkan saat bermain di Jerman.
Dampak ke karier internasional dan masa depannya
Kondisi di level klub ikut memengaruhi langkah Sancho di tim nasional. Ia sudah tidak lagi dipanggil ke skuad Timnas Inggris sejak 2021, sehingga situasinya makin menunjukkan betapa berat perjalanan kariernya dalam beberapa waktu terakhir.
Di Manchester United sendiri, situasinya juga tidak lebih mudah setelah ia sempat terlibat perselisihan dengan manajer Erik ten Hag. Hubungan yang renggang itu membuat jalannya menuju tim utama semakin rumit.
Saat ini Sancho menjalani masa pinjaman di Aston Villa hingga akhir musim 2025/2026. Setelah periode itu selesai, ia akan berstatus bebas transfer pada akhir Juni mendatang, menandai babak akhir yang belum sebanding dengan label mahal yang melekat sejak awal kedatangannya ke Manchester United.







