Satu Langkah Lagi Menuju Aman, PSM Makassar Kian Jauh Dari Ancaman Degradasi

PSM Makassar semakin dekat dengan jalan aman setelah mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 di Stadion BJ Habibie, Parepare. Tambahan tiga poin itu membuat posisi Juku Eja di papan bawah jauh lebih ringan dan membuka peluang bertahan di kasta tertinggi dengan lebih lebar.

Kemenangan ini mengangkat perolehan PSM menjadi 34 poin dari 31 pertandingan. Mereka kini unggul tujuh angka atas Persis Solo yang berada di posisi ke-17 dengan 27 poin, sehingga tekanan untuk keluar dari zona rawan mulai berkurang.

Laga berjalan ketat sejak awal karena kedua tim sama-sama tampil agresif. PSM dan Bhayangkara FC saling menahan dan mencari celah, tetapi gol baru hadir saat babak pertama memasuki masa tambahan waktu.

Dusan Lagator menjadi pembuka keunggulan PSM lewat gol pada menit kedua injury time. Keunggulan itu tidak bertahan lama karena Bhayangkara FC langsung membalas dua menit kemudian melalui Henri Doumbia, yang mencetak gol keenamnya sejak bergabung pada bursa transfer pertengahan musim.

Skor 1-1 membuat tempo pertandingan naik pada babak kedua. PSM tetap menjaga tekanan, sementara Bhayangkara FC berusaha mencuri poin dari laga tandang dan memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Momen penting datang pada menit ke-68 saat Hilmansyah melakukan penyelamatan krusial. Kiper PSM itu mematahkan ancaman dari skema tendangan bebas dan menjaga timnya tetap berada dalam jalur untuk menang.

Tiga menit setelah penyelamatan tersebut, Luka Cumic muncul sebagai penentu. Penyerang PSM itu lolos dari kawalan Sho Yamamoto sebelum melepaskan tembakan datar yang tak mampu dihentikan kiper Bhayangkara FC.

Gol Cumic mengubah arah laga dan membuat PSM mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir. Bhayangkara FC memang mencoba menekan di sisa pertandingan, tetapi disiplin pertahanan tuan rumah cukup untuk menutup ruang lawan.

Hasil ini terasa sangat penting karena ambang aman untuk bertahan di kasta tertinggi disebut berada di angka 37 poin. Dengan koleksi 34 poin, PSM hanya membutuhkan satu kemenangan lagi dari tiga laga tersisa untuk melewati batas tersebut.

Posisi PSM juga mendapat keuntungan dari selisih gol -5 yang menjadi yang terbaik di antara pesaing mereka di papan bawah. Kondisi itu membuat Persijap Jepara, Madura United, dan Persis Solo harus bekerja lebih keras dalam persaingan yang belum benar-benar selesai.

Bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini meninggalkan catatan khusus untuk Paul Munster. Hasil di Parepare menjadi kekalahan pertama sang pelatih dalam sembilan pertemuan terakhirnya melawan PSM Makassar.

PSM menurunkan Hilmansyah di bawah mistar, dengan Mufli Hidayat, Aloisio, Lagator, dan Victor Luiz di lini belakang. Resky Fandi, Roberto, dan Ananda Raehan mengisi lini tengah, sedangkan Boboev, Pratama, dan Alex Tanque bergerak di sektor depan.

Bhayangkara FC memulai laga dengan Aqil Savik sebagai kiper. Lini belakang diisi Sadiki, Moises, Damjanovic, dan Fauzi, sementara Yamamoto, TM Ichsan, Andika, dan Ginanjar bekerja di tengah, dengan Doumbia dan Privat Mbarga menjadi tumpuan serangan.

Berita Terkait