Satu-Satunya Bangunan Warisan Dunia UNESCO Di Australia Barat, Fremantle Menyimpan Jejak Tembok Narapidana Dan Terowongan Rahasia

Di bawah kompleks Penjara Fremantle, Australia Barat, terbentang jaringan terowongan batu gamping sepanjang sekitar 1 kilometer yang berada sekitar 20 meter di bawah permukaan tanah. Ruang bawah tanah ini menjadi salah satu bagian paling unik dari situs yang kini diakui UNESCO karena masih menyimpan jejak kerja paksa narapidana dan aktivitas harian di dalam penjara.

Nilai sejarah Penjara Fremantle tidak berhenti pada terowongan itu saja. Kompleks ini juga memuat koleksi sekitar 20.000 objek yang merekam kehidupan selama 136 tahun masa operasionalnya, mulai dari peralatan kerja hingga belenggu, cambuk, dan alat pemukul yang terkait dengan hukuman.

Jejak paling kuat dari situs ini justru tampak pada cara bangunannya berdiri. Penjara Fremantle dibuat oleh narapidana yang didatangkan dari Inggris pada masa ketika Australia Barat kekurangan tenaga kerja bebas untuk membangun fasilitas dasar dan infrastruktur kota.

Pemerintah Australia Barat menyebut Koloni Sungai Swan hampir lumpuh karena minim pekerja yang bersedia menangani pembangunan. Karena itu, tenaga kerja narapidana dipakai sebagai aset pembangunan untuk mempercepat proyek-proyek vital di wilayah tersebut.

Pemilihan lokasi penjara juga tidak dilakukan secara acak. Punggungan batu kapur di Fremantle memberi fondasi yang kuat sekaligus menyediakan material bangunan utama untuk kompleks itu.

Fremantle menjadi bagian penting dari daftar Warisan Dunia UNESCO Australian Convict Sites. Nilai utamanya terletak pada kenyataan bahwa bangunan besar dari batu kapur lokal itu dibangun sendiri oleh tenaga kerja narapidana dalam rentang 1851–1859.

Dalam sejarahnya, kompleks ini merekam perubahan fungsi sistem pemasyarakatan kolonial Inggris. Fremantle awalnya berperan sebagai penjara narapidana kekaisaran, lalu berubah menjadi penjara negara bagian seiring waktu.

Situs ini juga penting karena menunjukkan pergeseran dari tempat hukuman menuju sarana reformasi. Jejak itu membuat Fremantle dipandang sebagai peninggalan yang tidak hanya berkaitan dengan bangunan tua, tetapi juga dengan perubahan cara pandang terhadap pemasyarakatan.

Penjara Fremantle tercatat sebagai penjara dengan durasi layanan terlama di Australia Barat. Setelah pengiriman narapidana berakhir, fasilitas ini tetap dipakai sebagai penjara keamanan maksimum selama lebih dari satu abad.

Kompleks tersebut menampung narapidana pria dan memiliki bagian khusus untuk narapidana wanita. Fremantle juga menjadi lokasi pelaksanaan hukuman mati terakhir di negara bagian itu sebelum resmi ditutup pada 1991.

Di area terowongan bawah tanah, Western Australian Museum mencatat penemuan artefak sejarah seperti coracle, punt, pipa saluran udara, dan pasak besi buatan tangan. Benda-benda itu diduga digunakan narapidana dan penjaga untuk mengangkut peralatan, makanan, atau sisa penggalian.

Temuan tersebut memperkuat posisi terowongan Fremantle sebagai sumber sejarah sekaligus bukti teknik bangunan pada masa itu. Jejak fisik kerja paksa masih terlihat jelas dan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan berlangsung di balik tembok penjara.

Koleksi besar yang tersimpan di Fremantle menambah lapisan penting lain bagi situs ini. Seluruh objek itu membantu penelitian sejarah pemasyarakatan di Australia dan memberi gambaran lebih dekat tentang rutinitas serta disiplin keras yang pernah berlaku di dalam kompleks.

Sebagai satu-satunya bangunan di Australia Barat yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO, Penjara Fremantle berdiri sebagai monumen hidup. Situs ini merekam pembangunan kolonial, migrasi paksa narapidana, dan warisan sosial yang masih terbaca hingga sekarang.

Source: www.idntimes.com
Berita Terkait