Satu-satunya Di Indonesia, Siloam Lippo Village Pertahankan Sertifikasi Strok JCI Selama Tujuh Tahun

Siloam Hospitals Lippo Village kembali mencatat pengakuan penting dari Joint Commission International atau JCI lewat Clinical Care Program Certification untuk Acute Ischemic Stroke. Capaian ini menegaskan posisinya sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi tersebut, sekaligus mempertahankan akreditasi JCI selama tujuh tahun berturut-turut.

Pengakuan itu tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan fasilitas. JCI menilai bagaimana rumah sakit menjalankan sistem penanganan strok secara menyeluruh, mulai dari kondisi gawat darurat hingga rehabilitasi pasien.

Respons cepat dalam penanganan strok

Dalam kasus strok iskemik akut, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Tindakan cepat dibutuhkan untuk membuka kembali aliran darah ke otak sebelum kerusakan sel otak meluas dan memengaruhi fungsi tubuh secara permanen.

Karena itu, kecepatan dan koordinasi menjadi inti layanan strok yang efektif. Sertifikasi JCI pada SHLV menunjukkan bahwa rumah sakit ini memiliki sistem yang mampu memberi respons cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar internasional.

Hospital Director Siloam Hospitals Lippo Village, dr Erick Prawira Suhardhi, MARS, menekankan bahwa penanganan strok menuntut ketepatan waktu yang tinggi. Ia menilai sertifikasi ini menjadi bukti bahwa sistem di rumah sakit berjalan cepat dan selaras dengan standar global.

Penilaian yang mencakup seluruh alur layanan

Clinical Care Program Certification atau CCPC merupakan pengakuan internasional bagi rumah sakit yang mampu menangani strok secara menyeluruh. Proses penilaiannya meliputi respons darurat, diagnosis yang akurat, intervensi medis, hingga pemulihan pasien yang berkelanjutan.

JCI juga menilai konsistensi tim medis dalam menjalankan protokol berbasis bukti. Dengan begitu, penanganan yang diberikan tidak hanya harus cepat, tetapi juga terukur dan berorientasi pada hasil klinis yang optimal.

Bagi SHLV, sertifikasi ini memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan strok berstandar global di dalam negeri. Rumah sakit tersebut juga ingin memastikan pasien di Indonesia bisa memperoleh penanganan setara fasilitas internasional tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.

Kerja tim multidisiplin dan dukungan teknologi

Sebagai pusat layanan neuroscience, SHLV mengandalkan kolaborasi tim multidisiplin dalam merawat pasien strok. Tim ini melibatkan dokter spesialis saraf, bedah saraf, radiologi, ICU, dan rehabilitasi medik agar pasien bisa ditangani dari fase akut sampai masa pemulihan.

Selain sumber daya manusia, rumah sakit ini juga didukung teknologi medis terkini dan protokol klinis yang terstandarisasi. Kombinasi tersebut membantu menjaga kecepatan respons, koordinasi antartim, dan pemantauan hasil klinis secara berkelanjutan.

dr Erick juga menegaskan pentingnya sinergi antartim dalam layanan strok. Menurutnya, rumah sakit memastikan setiap pasien mendapat penanganan optimal sejak fase akut hingga pemulihan.

Arti penting bagi layanan kesehatan di Indonesia

Capaian JCI ini ikut menyoroti pentingnya kesiapan sistem strok yang teruji bagi peluang pemulihan pasien. Dalam layanan kesehatan di Indonesia, kebutuhan akan penanganan strok yang cepat dan terstruktur menjadi semakin penting.

Dengan pengakuan tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu rujukan utama penanganan strok di Indonesia. Sertifikasi ini juga menunjukkan bahwa layanan kesehatan berstandar internasional dapat hadir lebih dekat untuk masyarakat luas.

Source: www.beritasatu.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer