Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 diposisikan sebagai langkah penting untuk memetakan kekuatan ekonomi kreatif Indonesia secara lebih utuh. Pemerintah menilai pendataan ini dibutuhkan agar potensi subsektor yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dapat terlihat lebih jelas.
Ketua Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut sensus ini sebagai “rekam medis perekonomian Indonesia” karena data yang lengkap dan akurat akan membuat kebijakan lebih tepat sasaran. Untuk mendukung pendataan itu, BPS menurunkan sekitar 251 ribu petugas sensus di seluruh Indonesia.
Ekonomi kreatif semakin besar perannya
Ekonomi kreatif terus menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Sektor ini tumbuh dari beragam subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, musik, film, desain komunikasi visual, hingga pengembangan aplikasi digital.
Badan Pusat Statistik mencatat kontribusi ekonomi kreatif mencapai 7,38% terhadap Produk Domestik Bruto nasional pada 2025. Pada periode yang sama, sektor ini tumbuh 6,86 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen, serta menyerap 27,40 juta tenaga kerja atau 18,70% dari total tenaga kerja nasional.
Pendataan door to door dimulai pertengahan Juni
Pendataan usaha dalam SE2026 akan dilakukan door to door pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Amalia meminta pelaku usaha memberikan informasi yang benar saat didata dan menegaskan bahwa kerahasiaan data dijamin sesuai peraturan perundang-undangan.
Dengan cakupan pendataan yang luas, sensus ini diharapkan mampu menangkap kondisi pelaku usaha secara lebih rinci. Pemerintah menilai hasilnya akan menjadi dasar yang lebih kuat untuk menyusun kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Berikut gambaran utama SE2026
| Aspek | Informasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Nama sensus | SE2026 | Sensus Ekonomi 2026 |
| Jumlah petugas | 251 ribu | Disiagakan di seluruh Indonesia |
| Jadwal pendataan | 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 | Metode door to door |
| Fokus | Ekonomi kreatif | Memetakan potensi subsektor secara lebih lengkap |
Manfaat untuk pemerintah dan pelaku usaha
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menilai SE2026 sebagai instrumen strategis untuk memetakan potensi ekonomi kreatif secara komprehensif. Ia mengatakan sensus ini membantu pemerintah melihat ekonomi kreatif lewat tiga dimensi, yaitu intervensi sektoral, pemahaman geografis, dan kebutuhan para pelaku.
Muhaimin menyampaikan hal itu dalam acara Pencanangan dan Ngisi Bareng SE2026 bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026). Ia juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi aktif tanpa rasa khawatir agar ruang yang lebih inovatif bisa terbuka untuk mempercepat kemajuan ekonomi kreatif.
Dari sisi pelaku usaha, hasil sensus diharapkan dapat dipakai untuk melihat posisi dan potensi usaha, memahami dinamika pasar, serta menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif dan berbasis data statistik. Amalia menyebut manfaat itu tidak hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk dunia usaha yang membutuhkan gambaran lebih presisi.
Dasar untuk kolaborasi lintas pihak
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai data SE2026 akan menjadi dasar penting untuk melihat persebaran dan potensi subsektor ekonomi kreatif dari Sabang hingga Merauke. Ia juga melihat hasil sensus dapat membantu mengidentifikasi subsektor yang berkembang, subsektor yang perlu diselamatkan, dan subsektor yang stagnan.
Menurut Riefky, data yang lebih jelas akan mendukung kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, akademisi, dan penggiat ekonomi kreatif. Hasil pendataan juga diharapkan membuka akses yang lebih baik terhadap pendanaan maupun kredit bagi pelaku usaha.
Kegiatan pencanangan SE2026 turut dirangkai dengan penyerahan Statistik Ekonomi Kreatif Tahun 2025. Acara itu kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi sensus dan pengisian kuesioner secara simbolis oleh perwakilan asosiasi dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.
Sinergi antara BPS dan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi bagian penting dari persiapan pendataan nasional ini. Dengan basis data yang lebih lengkap, SE2026 diharapkan memberi gambaran yang lebih jelas tentang kekuatan ekonomi kreatif sekaligus menjadi fondasi bagi kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Source: mediaindonesia.com






